Poros BUMI (2) by TRUI

11 03 2009
Click to view larger

Illustration by TRUI

 

Poros BUMI (2) by TRUI

Buku Ajaran Kejawen, Philosopfi dan Perilaku, oleh Drs. Soesilo, Cet Kedua, 2002; Dalam kata pengantar oleh Ir. Siswono Yudo Husodo, hlm xv, dikatakan: Orang Jawa umumnya religius, yakin akan adanya Tuhan dan mematuhi tuntunan Tuhan-nya yang diterimanya melalui agamanya masing-masing, baik Islam, Katholik, Kristen, Budha, Hindu, juga yang berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Yang disebut Islam Kejawen, pada dasarnya adalah agama Islam yang murni berdasarkan Al Quran dan Hadist serta Ijma Ulama, Ijtihad dan Kias. Yang membedakannya dengan penganut Islam yang lain adalah dalam teknik penyebaran ajarannya, yang disana-sini mengunakan metoda dan pendekatan yang diwarnai oleh budaya Hindu, yang telah lebih dahulu mewarnai budaya Jawa, sebelum agama Islam masuk ke Pulau Jawa.

Pengaruh Hindu yang sangat melekat di masyarakat Jawa itu terutama diwarnai oleh dua karya sastra yang sangat terkenal, Ramayana dan Mahabharata. Pewayangan bukan saja berkembang sebagai produk budaya, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen tradisional yang ampuh dalam melestarikan dan mengembangkan budaya dalam arti luas, juga sebagai media penerangan dan penyuluhan yang efektif. Ajaran Kejawen yang mendapat pengaruh dari dua karya sastra tersebut lebih menekankan pada ketentraman dan kedamaian hidup, pada keharmonisan keluarga, lingkungan sekelilingnya, masyarakat luas dan bangsa.

Kehidupan suatu masyarakat yang demikian itu hanya dapat dicapai ketika negara dalam keadaan merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur (lih Preambule UUD 1945, tentang Visi Negara); itulah sebabnya HB-X adalah seorang muslim yang nasionalis sejati dan pancasilais sejati.

Dalam mengimplementasikan sikap hidup budaya Jawa itulah HB-X menggunakan ajaran Islam (Ali-Imran :104) tentang semangat dan sikap amal makruf alias kebaikan (dalam wayang diwakili oleh keturunan Barata), dan sangat menghindari kemungkaran alias kejahatan (dalam wayang diwakili oleh keturunan Kurawa).

Dengan kata lain ketika merealisasikan perintah-perintah UUD 1945 dan semua derivat-nya, termasuk kebijakan publik dari kabinet, maka sikap yang tulus akan diberikan bagi mereka yang berbuat makruf, dan sikap machiavellis bagi mereka yang berbuat mungkar, tanpa pandang bulu (dalam bahasa politik: tegaknya rule of law).

Muhaimin Iskandar (MI), ketua umum PKB, adalah juga seorang muslim yang nasionalis sejati dan pancasilais sejati. PKB sebagai sayap politik NU dan NU yang menjadi basisnya PKB, telah nyata-nyata mengambil sikap bahwa NKRI dan Pancasila adalah harga mati. Artinya pada hakekatnya umat NU yang sekitar 40 juta itu adalah benar nasionalis dan pancasilais. Itulah sebabnya agak sulit bagi PKB, baik internal maupun eksternal, untuk berkoalisi dengan kelompok-kelompok dan partai-partai yang lipstick-nya nasionalis dan pancasilais, namun dasar hatinya berbeda.

Hasyim Muzadi (HM), ketua umum NU, dalam tulisannya di koran IndoPos, tanggal 20 September 2007, dengan judul Ramadan dan Piagam Madinah, mengatakan sbb:

Nahdlatul Ulama (NU) sejak sebelum merdeka sudah menyatakan bahwa negara yang disepakati ulama adalah negara Darul Salam (negara damai), bukan Darul Islam (negara Islam). Nilai-nilai dasar itu semua tertuang dalam Qonun Asasi NU -semacam UUD 1945-nya NU- yang dideklarasikan sejak berdirinya tahun 1926.

Pada Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo, dengan tegas dinyatakan bahwa NKRI dan Pancasila adalah pilihan final bagi NU demi tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Demikianlah HM (NU), MI (PKB), dan HB-X (Raja Jawa, Gubernur DIY), telah memiliki pendirian yang sama tentang bangsa dan negara Indonesia masa datang. Oleh sebab itu telah memiliki landas pijak yang sama dan kokoh, untuk berjuang bersama, membentuk elite pimpinan nasional yang murni & mampu memimpin bangsa mencapai kesejahteraan rakyat yang nyata dirasakan oleh seluruh bangsa tanpa pandang bulu.

Mereka pada masing-masingnya adalah pemimpin nasional yang kultural-spiritual. Dan jejak-jejak aktivitas mereka membuktikan akan hal-hal itu. (lihat ilustrasinya pada komik HB-X dan komik MI, di Blog dan Website TRUI).

Demikian itu pulalah sesungguhnya latar belakang dilangsungkannya proses transformasi alias metamorfosis pada poros BUMI, yang hakekatnya diprakarsai secara bersama untuk dideklarasikan secara sepihak terlebih dahulu. Kita lihat saja apakah benar ‘ulat/chrysalis akan berproses dalam kepompong dan mengeluarkan kupu-kupu/butterfly nan indah’ atau bagaimana.

Sesungguhnya yang menentukan dalam seluruh proses transformasi itu adalah anda sendiri, yakni sikap anda sebagai insan rakyat Indonesia yang mutlak memiliki hak pilih, untuk membentuk masa depan anda sendiri. Sesungguhnya para pemimpin bangsa itu hanyalah pelayan anda untuk melayani semua kepentingan kehidupan anda sendiri. Tugas utama mereka adalah mewujudkan keadaan yang aman dan tertib serta kondisi yang kondusif bagi kepentingan anda, yakni supaya anda bisa bekerja keras guna mencapai kemakmuran pribadi dan keluarga, lahir batin.

Paling tidak, HB-X dan MI sangat menyadari dan menerima posisi pelayanan itu dengan tulus dan jujur. Jika anda sudah mengenal dan karena itu menghendaki mereka menjadi pelayan anda, maka saatnya ambil keputusan hampir tiba, yakni tanggal 9 April 2009.

Pada pemilu legislatif itu PKB membutuhkan minimum 20% kursi (112) atau 25% suara (42,75 juta dari total DPT: 171 juta), supaya dapat mendukung HB-X sebagai capres PKB.

Sekarang silahkanlah, terserah kepada anda. Terima kasih kawan-kawan.

Salam TRUI! :)

Advertisements




Poros BUMI (Buwono-Muhaimin)

9 03 2009

 

Illustration by TRUI

Illustration by TRUI

 

Poros BUMI

Penyelenggara Pemerintahan Negara terdiri dari Parlemen (DPR) dan Kabinet; bedanya, parlemen adalah pembuat undang-undang dan kabinet adalah pelaksana undang-undang, walaupun bisa juga ambil inisiatif usulkan suatu undang-undang; oleh sebab itu kedua unsur pemerintahan negara itu harus bisa mewujudkan hubungan kerjasama yang harmonis bagaikan dua muka pada satu mata uang, yang tidak memiliki nilai jika salah satu unsurnya hilang.

Demikianlah maka PKB dengan cerdik dan tulus mencetuskan suatu proses transformasi politik (sebagaimana ulat jadi kepompong lalu keluar sebagai kupu-kupu nan indah) guna terbentuknya suatu poros yang moga-moga dapat menjamin lang-gengnya hubungan harmonis antara kutub parlemen di satu pihak dan kutub kabinet di pihak lainnya, demi tujuan-tunggal kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Momentum pendekatan adalah ketika di bulan lalu Muhaimin Iskandar melakukan kunjungan silaturahmi kepada Sri Sultan HB-X; sepertinya suatu pertemuan biasa-biasa saja, namun sesungguhnya ada tiga faktor yang terpenuhi di situ, yakni:

 (1)   bahwa Muhaimin Iskandar sebagai representasi sebagian rakyat Indonesia yang memanggil sekaligus memberi media bagi Sri Sultan HB-X untuk melayani rakyat, dan aksi itu sesuai dengan sikap Sri Sultan HB-X yang tidak mengejar kekuasaan melainkan menerima perintah rakyat bagi kemakmuran rakyat itu sendiri;

(2)   Sinergi yang nanti akan terwujud, adalah terjaminnya hubungan harmonis antara parlemen dengan kabinet, dan sungguh sinergi itu haruslah berawal mula sejak PKB memposisikan diri pada pemilu legislatif di bulan April 2009 yang akan datang;

(3)   PKB yang muda, berani dan teruji, yang hanya hidup dari mujizat yang satu masuk ke mujizat berikutnya karena berjihad di jalan Allah, nyatanya memiliki inti perjalanan sejarah yang sama dengan Sultan HB-X seperti demikian itu.

 Maka pada tanggal 4 Maret 2009, Kaukus Muda PKB mendeklarasikan poros BUMI (BUwono-Muhaimin Iskandar/MI), yang awal mulanya baru aksi sepihak. Oleh sebab itu akan segera dilanjutkan dengan gerakan-gerakan penyempurnaannya. (Red/TRUI)

 Pertanyaan: Menurut anda, apakah kemenangan PKB dalam pemilu legislatif di bulan April 2009 dan kemenangan HB-X sebagai Capres PKB di Pilpres 2009 akan berdampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia?

 Kami tunggu jawaban dan komentar anda di timrelawan_untukindonesia@yahoo.com

 

Poros BUMI Polling


 





Muhaimin Iskandar – Save Our Nation_Metro TV

22 01 2009

Here’s some of Muhaimin Iskandar videos in Save Our Nation at Metro TV, there’s 8 video, you can check it out the full video on trui channel at Youtube.com (link, click on trui2008 text: trui2008 -please see the playlist!) Thank You!

Part 1 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 2 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 3 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 4 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 5 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 6 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 7 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV

Part 8 of 8 – M.I_Save Our Nation_Metro TV (Last)





A King For My President

16 01 2009

Sampul Muka

Tahta untuk Rakyat, adalah buku kenangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yaitu kenangan atas proses perubahan sebuah kekuasaan yang menyatu dengan perkembangan pribadi seorang raja di masa modern (lihat sampul belakang, paragraf 1). Sejak tahun 1940 tahta itu, warisan tradisi kerajaaan yang berabad-abad usianya dan menjadi hak istimewa dari turunan keluarga raja, diperbaharui secara mengesankan oleh seorang arsitek kekuasaan. Kekuasaan tradisional yang memperoleh legitimasi dari falsafah leluhur yang penuh mistik, diberi bentuk dan eksistensi baru: perpaduan pola feodalistik dan corak demokratis. Sebuah kekuasaan yang peka menanggapi amanat penderitaan rakyat (lihat sampul belakang, paragraf 1). Disusun oleh tim penulis, yang dihimpun oleh: Mohamad Roem, Mochtar Lubis, Kustiniyati Mochtar, S. Maimoen, dan disunting oleh Atmakusumah (lihat sampul muka), yang telah memiliki reputasi di bidang penulisan dan mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang kaya tentang hidup bermasyarakat. (lihat sampul belakang, paragraf 3)

Sampul Belakang

Sampul Belakang

Buku yang diterbitkan oleh PT Gramedia Jakarta, Cetakan ketiga, 1982 ini berhasil menampilkan profil Sri Sultan bukan saja sebagai raja yang progresif tetapi juga sebagai manusia baru Indonesia, yang sadar akan posisi dan peranannya menegakkan nilai-nilai baru sesuai dengan tuntutan jaman. (lihat sampul belakang, paragraf 3)

Proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan oleh Sukarno-Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945 Hamengku Buwono IX langsung mengetok kawat kepada kedua proklamator, dan dengan spontan ia mengucapkan selamat atas terbentuknya Negara Republik Indonesia. Dua hari kemudian, 20 Agustus 1945, kembali ia mengirim telegram kepada Presiden dan Wakil Presiden RI, dan secara spontan menyatakan ‘sanggup berdiri di belakang pimpinan’ mereka. Beberapa minggu kemudian di keluarkan ‘Amanat Sultan Hamengku Buwono IX’ tanggal 5 September 1945, bahwa Ngayogyakarta Hadiningrat berbentuk kerajaan yang merupakan Daerah Istimewa, bagian dari RI. Tanggal 6 September 1945, Mr. Sartono dan Mr. A.A. Maramis menyampaikan Piagam Penetapan mengenai kedudukan Yogyakarta dalam lingkungan RI, yang di tanda tangani oleh Presiden Sukarno, tertanggal 19 Agustus 1945, yakni satu hari sesudah dikirimkan kawat ucapan selamat yang pertama dari Hamengku Bowono IX. (lihat hal 64-65)

Awal kehidupan Republik Indonesia ditandai dengan suasana mencekam yang disebabkan oleh keganasan tentara NICA (Belanda) (hal 67, Bab 10 Perang Kemerdekaan, paragraf 1). Akhirnya keadaan terasa begitu gawatnya sehingga dalam sidang Kabinet pada 3 Januari 1946 diambil keputusan untuk memindahkan kedudukan pemerintah pusat Republik Indonesia ke Yogyakarta (lihat hal 67, paragraf 3). Esok harinya waktu senja, sederetan gerbong kereta api yang kosong perlahan-lahan tanpa menimbulkan banyak suara ribut ditarik oleh sebuah lokomotif dari stasiun Manggarai, berhenti di rel Pagangsaan Timur, tepat di belakang rumah Presiden Sukarno, jalan Pegangsaan Timur 56. Sebuah gerbong sengaja terpisah, memberi kesan seolah-olah sebuah gerbong paling belakang yang tidak penting dalam rangkaian gerbong-gerbong yang lain. Padahal justru di gerbong inilah Presiden dan keluarga, Wakil Presiden dan keluarga, dan pemimpin-pemimpin lain dari Republik pada malam itu bersembunyi, masuk dari halaman belakang kediaman Presiden. Mereka semua tak membawa barang apapun. (lihat hal 68, paragraf 1)

Dalam malam gelap tak berbintang pada 4 Januari 1946 itu berpindahlah Republik Indonesia dari pusat pemerintahannya ke daerah pedalaman di Yogyakarta. Dan pada akhir perjalanan itu di stasiun Tugu, pimpinan Republik ini disambut hangat oleh Sultan Hamengku Buwono IX. Mulai waktu itulah Yogyakarta menjadi Ibukota Revolusi dan ternyata sanggup bertahan mengatasi gelombang pasangsurutnya perjuangan di tahun-tahun berikutnya. (lihat hal 68, paragraf 2)

Kedengarannya mungkin irasional dan tidak ilmiah, namun berulang kali Sultan Hamengku Buwono IX menegaskan betapa besar arti wisik atau bisikan gaib dari nenek moyangnya bagi dirinya (lihat hal 44, paragraf 1: “Tole, tekena wae, Landa bakal lunga saka bumi kene”). “Wisik adalah sumber dasar bagi saya! Saya yakin dan percaya penuh bahwa petunjuk dari nenek moyang saya itu benar dan harus saya ikuti maka oleh karena itu, orang akan mengerti sikap saya selama seluruh jaman Jepang dan lahirnya Republik Indonesia, demikian dikatakan dengan tegas.” (lihat hal 63)

Hamengku Buwono IX memang hidup di dua dunia yang dapat disatukannya dengan harmonis sekali; dalam dunia yang pertama, ia adalah Raja dalam arti kata yang sesungguhnya, hidup di Keraton yang penuh tradisi berdasarkan adat yang telah berjalan ratusan tahun, di mana berbagai jenis pusaka masih diagungkan, berbagai larangan masih ditegakkan dan hanya dapat dimengerti melalui jalan mistik, dan hubungan dengan leluhur pun tidak mustahil. Dunia yang kedua, ia adalah seorang berpikiran progresif, pendidikan Barat telah membuatnya menjadi sikap demokratis, terbuka terhadap hal-hal baru dan gagasan pembaruan. Ia sendiri bahkan telah melaksanakan beberapa pembaruan sejak naik tahta, misalnya penghapusan Pengadilan Darah Dalem (Special Court bagi para bangsawan) yang digantinya dengan proses pengadilan biasa. Ia pun telah mempraktekkan demokratisasi melalui pemberian otonomi di kabupaten seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta sejak akhir jaman pendudukan Jepang. Ia seorang pembaru.

Bagi Republik Indonesia yang masih muda itu, Hamengku Buwono IX telah memberikan segala-galanya, yakni kerajaannya, rakyatnya, hartanya, dan nyawanya. Hanya dalam waktu satu hari setelah proklamasi kemerdekaan, berturut-turut ia menyatakan Selamat dan berdiri di belakang pemimpin Republik Sukarno-Hatta, dan kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai Daerah Istimewa yang menjadi bagian dari Republik Indonesia; ketika gerilyawan kita kekurangan logistic (makanan), dengan perkataan ‘Ngarsa Dalem’ maka rakyat dengan senang hati memberikan sebagian beras atau apa saja yang dipunyai. (Ngarsa Dalem ngersakaken wos kangge keperluan lare-lare ingkang sami bertempur) (lihat hal 229, paragraf 5; dan hal 230, paragraf 1); ketika para pejuang dan pimpinan Republik belum menerima gaji, ia membagi-bagikan uang Belanda dalam jumlah sangat besar, dengan risiko ditangkap Jepang, dan tidak untuk kepentingan dirinya dan keluarganya tetapi untuk kepentingan perjuangan kemerdekaan tanah air (lihat hal 209, paragraf 3); kata Ny. R. Moh. Hatta: “Setengah tak percaya, saya menerima dan membuka bung-kusan itu dan ternyata isinya uang perakan Belanda, mulai satu rupiah (satu Gulden) sampai seringgit (dua setengah Gulden), sampai sekarang saya masih menyimpan beberapa gulden dari uang itu sebagai kenang-kenangan(lihat hal 213, paragraf 2); ketika Jenderal Meyer menekan Sri Sultan dengan pasukan tank, truk dan panser yang moncong senapannya diarahkan ke pintu gerbang Keraton, maka kata Sri Sultan: “Kalau tuan-tuan ingin memperlakukan Keraton seperti Kepatihan, lebih baik bunuhlah saya. (lihat hal 171)

Sesungguhnya bisikan gaib alias wisik (bahasa Jawa) itu, dalam bahasa Kitab Suci (Al Quran), adalah wahyu ilahi yang sampaikan oleh para utusan-Nya, ialah para malaikat atau manusia yang dikehendaki-Nya (Al-Hajj :75).

Sri Sultan Hamengku Buwono IX bercerita (hal 111-113): “Pada jaman Sultan Hamengku Buwono I telah dibuat lima figure wayang dari kulit, yang kemudian menjadi pusaka Keraton. Pada waktu itu pendiri kesultanan Yogya tersebut telah meramalkan bahwa wayang pusaka ini akan hilang pada jaman pemerintahan Hamengku Buwono III, dan akan kembali lagi pada jaman pemerintahan Hamengku Buwono VIII dan Hamengku Buwono IX. Apabila kelak kelima wayang itu sudah kembali lagi ke Keraton, maka baru pada waktu itulah Negara akan makmur sejahtera, demikian ramalan Hamengku Buwono I.”

Benar, ketika Hamengku Buwono III berkuasa hilanglah kelima wayang tersebut. Di jaman pemerintahan ayah saya, Hamengku Buwono VIII berusaha mencarinya dan dua di antaranya memang ditemukan kembali. Sesungguhnya, menurut kepercayaan Jawa, pusaka itu memang dapat hilang dengan sendirinya, dan tanpa dicari dapat kembali pula dengan sendirinya.

Nah, ketika saya pulang dari studi di Holland, tak lama kemudian seorang Tionghoa datang dengan maksud mengembalikan sesuatu ke Keraton Yogya. Figure yang diserahkan waktu itu adalah tokoh Arjuna. Orang itu memberikan dengan ikhlas dan tidak mau diberi imbalan.”

Beberapa waktu sebelum kelahiran anak laki-laki saya yang tertua di tahun 1946, datanglah seorang dari Ambarawa. Diapun menyatakan ingin menyerahkan sesuatu untuk Keraton Yogya, yang ternyata adalah tokoh wayang, kini berupa Srikandi bertatah halus dan cantik. Pesan yang menyertai pengembalian wayang Srikandi ialah agar bayi yang akan lahir dalam waktu dekat diberi nama Arjunawiwaha. Saya cari bunyi lain dan memberi nama Herjuno Darpito (Sekarang Hamengku Buwono X).”

Dengan demikian kini empat dari kelima tokoh wayang telah berada di Keraton Yogya kembali. Tinggal menunggu sebuah lagi akan lengkaplah kelimanya, tetapi berupa apa yang kelima ini saya tidak tahu.

Penulis: “Semua cerita itu sangat mengasyikkan, seakan-akan dongeng-dongeng jaman dulu. Tapi, nyatanya telah benar-benar terjadi. Saya hanya berhadap semoga benar ramalan Hamengku Buwono I bahwa jika kelimanya telah kembali, Negara akan makmur sejahtera. Apakah ini berlaku untuk seluruh Indonesia atau hanya Yogya?

Hamengku Buwono IX: “Sebagaimana sudah saya katakan, soal percaya atau tidak terserah saja. Saya hanya menceritakan kejadian sebagaimana kami alami.

Penulis: “Bapak percaya kepada ramalan Jayabaya?

Hamengku Buwono IX: “Kenyataannya, ramalan Prabu Jayabaya benar-benar terlaksana, asalkan kita tahu bagaimana mengartikan kata-kata yang penuh kiasan itu.”

Demikianlah, ketika kita percaya bahwa segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah (Al-Fatihah :6, Al-Baqarah :156, innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun), dan karena itu kita percaya bahwa rancangan kehendak Allah tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk para pemimpinnya, juga sudah ada dan sudah ditetapkan, cuma memang wujudnya adalah kiasan-kiasan bahkan wahyu lisan dari para malaikat-Nya.

Maka soalnya adalah apakah kita telah layak dan karena itu diberi berkat kemampuan untuk bagaimana mengartikan kata-kata yang penuh kiasan itu, ataupun apakah kita adalah orang yang terpilih untuk diberi berkat kemampuan mendengar dan mengerti apa kata wahyu yang disampaikan oleh para malaikat itu. Apakah kita sudah dimampukan untuk membedakan manakah wahyu para malaikat dengan kerasnya bisikan hati yang berasal dari diri kita sendiri?

Yang pasti adalah bahwa masa kini ada dua pakar falsafah politik modern, satu dari dunia Timur yakni Seyyed Hossein Nasr, penulis buku A Young Muslim’s Guide to Modern World, 1993, dan yang lain dari dunia Barat yaitu Erick Voegelin, yang disitir oleh S.P. Varma dalam bukunya Modern Political Theory, 1982, Cetakan kelima, tahun 1999, dan keduanya tidak saling mengenal satu dengan yang lain, namun merekomendasikan pokok pikiran falsafah politik modern yang sama, ialah bahwa politik itu harus berdasarkan sesuatu yang tetap, yaitu Kitab Suci (lihat IndoPos, tanggal 22 Maret 2008, Artikel Opini Mentalitas Elite Kunci Demokrasi oleh Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB), yakni memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan transcendental (wahyu).

Konsep politik yang akan berlaku di abad ke dua puluh satu, millennium ketiga itu benar-benar telah mempertemukan dunia politik Timur dan dunia politik Barat. Dan keduanya membenarkan sikap Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tentang wisik alias wahyu yang justru membentuk sikap hidup beliau, yang memberikan segala-galanya bagi bangsa dan Negara tanpa pamrih, termasuk di bidang politik pada tahun-tahun awal kemerdekaan RI.

Sesungguhnya, itulah inti pesan, teladan, dan amanah Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada para pemimpin bangsa Indonesia, termasuk kepada puteranya sendiri: Sri Sultan Hamengku Buwono X.

.

KESIMPULAN

Bukti empiris dari teori falsafah politik modern yang direkomendasikan oleh kedua pakar filosopi politik itu, justru adalah praktek-praktek kepemimpinan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa, khususnya yang dinyatakan oleh HB IX di tahun 1940, dan praktikumnya di jaman Jepang dan awal tahun-tahun mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Proses menerima wisik alias wahyu via anangkil (Jawa) alias nunas ica (Hindu) alias istikharah (AQ), bisa didapati dalam substansi-substansi Kitab Suci agama-agama di dunia, karena itu bersifat universal. Jadi teori wahyu itu secara empiris sudah dibuktikan secara universal, sehingga kebenarannya berlaku sebagai teori yang valid.

Aplikasinya dalam dunia politik, ekonomi, hukum, dan selanjutnya, di masa kini nan modern, memang belum ada data empiris yang valid selain kisah peristiwa yang dialami oleh HB IX, baik itu teori berupa statement (suara gaib, wisik) dan kemudian wisik itu telah menjadi dasar dari pada segala tingkah laku dan perbuatan HB IX sebagai raja dan salah seorang pemimpin pemerintahan negara di awal kemerdekaan Indonesia.

HB X adalah orang Indonesia pertama yang memperkenalkan dan mempromosikan suatu sistem praktek politik, yang disebut pendekatan kultural-spiritual di tahun 2002 (lihat pidato kebudayaan HB X, tahun 2002, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta).

MI (Muhaimin Iskandar) adalah orang Indonesia pertama, dan pemimpin puncak partai politik yang pertama, yang menyatakan secara tegas dan tertulis (lihat IndoPos, tanggal 22 Maret 2008, Artikel Opini Mentalitas Elite Kunci Demokrasi oleh Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB), tentang valid-nya rekomendasi Seyyed Hossein Nasr dalam bukunya “A Young Muslim’s Guide to the Modern World”, bahwa politik itu harus berdasar suatu yang tetap, yakni Kitab Suci (AQ dan Hadis), sebagai kunci demokrasi.

MI tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi pelaku utama dari pada pernyataannya sendiri itu, ketika terjadi peristiwa pemecatan dirinya sebagai ketum DPP PKB di akhir bulan Maret 2008, hanya empat hari setelah tulisannya itu menjadi milik publik.

Sebagaimana HB IX menerima wisik bahwa “Tole, tekena wae, Landa bakal lunga saka bumi kene”, demikian pulalah dengan MI yang menerima wahyu via istikharah, bahwa “Lawanlah, murid Kulo tidak pernah kalah!” Secara rasional, istilah ‘murid’, artinya yang bicara adalah seorang guru, kepada muridnya; istilah ‘Kulo’, artinya beliau itu orang Jawa, yaitu seorang dari pada para Wali Allah di tanah Jawa; istilah ‘tidak pernah kalah’ menunjukkan beliau memiliki kekuasaan yang besar sekali. Demikan itulah yang menjadi dasar yang kuat dan teguh dari pada segala tingkah laku dan perbuatan MI sekarang dan yang akan datang, jika orang ingin mengerti.

.

BAGAIMANA SIKAP DAN RESPONS HB X

Jawaban HB X sungguh decisive (tegas): “Saya harus menjunjung tinggi amanah ramanda saya!

Namun apakah HB X mengerti dengan tepat dan benar, maksud amanah HB IX itu?

Pertama: Wisik alias wahyu yang manakah yang sudah diterima oleh HB X; tentu beliau yang tahu sendiri; soal itu jujur atau tidak, hanya beliau yang tahu; soal itu suara hati sendiri atau suara malaikat Tuhan, juga hanya beliau yang tahu;

Yang beliau tidak tahu adalah praktikum bahwa apa yang ada dalam hatinya itu hanya Tuhan yang tahu, sebab hanya Tuhan yang bisa menguji hati dan bathin kita;

Kita hanya dapat melihat tanda-tanda dan indikatornya dari setiap perkataan yang keluar dari mulutnya, dan segala tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, akan cinta kasihnya kepada sesama rakyat Indonesia, akan kesetiaannya kepada segala perintah firman Allah, dan akan kesucian dan kesalehan hidupnya; dpl kepribadian beliau sendiri;

Kedua: HB X harus memberikan segala-galanya tanpa pamrih bagi bangsa dan Negara Indonesia, dengan tujuan utama kesejahteraan rakyat, keadilan dan keamanan, bagi seluruh rakyat tanpa kecuali; apa wujudnya dalam kejadian pemerintahan sehari-hari?

Sebagai raja, pada dirinya adalah kata akhir dari suatu kebijakan yang mempengaruhi keadaan rakyat; berarti sebagai Presiden, ditangan beliaulah segala sesuatu yang terjadi di negera ini; lalu apa alasan rakyat menjatuhkan pilihannya kepada Bung Sultan?

.

ENAM ALASAN POKOK MENGAPA RAKYAT LAYAK MEMILIH BUNG SULTAN SEBAGAI PRESIDEN RI!

Alasan pertama: Keamanan dan ketertiban masyarakat akan menjadi langkah pertama untuk segera disempurnakan, supaya setiap rakyat Indonesia merasa terjamin kebebasan geraknya, untuk mencapai tujuan hidupnya masing-masing (lihat preambule, alinea 4); TNI dan Polri harus setia hanya kepada dasar Negara saja, di mana presiden adalah pemimpin tertingginya berdasarkan UUD 1945; pemantapan dan peningkatan mutu TNI & Polri, memerlukan perubahan sikap setelah sekian lama terlibat dalam kebebasan reformasi;

Alasan kedua: Kepemimpinan politik nasional berupa pemerintah yang kuat untuk melaksanakan kemantapan kehidupan politik; wujudnya adalah kabinet presidensil, sesuai konstitusi UUD 1945, yang anggota-anggotanya dipilih langsung secara pribadi oleh Presiden, regardless dari manapun asalnya, apakah professional, apakah parpol, apakah pejabat carier; apapun suku, ras dan agamanya bukan hal utama;

Yang utama adalah kesetiaannya kepada Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945, dan kompetensinya yang tinggi (merit sistem); kabinet akan disiapkan sebelum pilpres dan diikutsertakan dalam kampanye pemenangan pemilu 2009, termasuk janji-janji kampanye yang adalah summary dari pada program cabinet sepan-jang lima tahun pertama memerintah (2009-2014).

Alasan ketiga: Pemerintah akan terbuka melaporkan kepada rakyat langsung setiap perkembangan realisasi kebijakan publik pemerintahan pada tiap-tiap 100 hari kerja; keadaan kondusif setiap bidang kehidupan rakyat seperti itulah yang dibutuhkan sebagai landasan bagi perkembangan selanjutnya yakni pembangunan kekuatan ekonomi oleh rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri.

Alasan keempat: Pembangunan ekonomi seluruh rakyat, dalam wujud keseimbangan yang harmonis antara usaha besar, usaha menengah dan usaha kecil; usaha koperasi akan berada di setiap posisi yang ada, baik usaha besar, menengah dan kecil, dan dikelola secara professional swasta dengan modal dari penyertaan pemerintah (sesuai UUD 1945).

Alasan kelima: Pembangunan infra-struktur, baik fisik maupun non-fisik (wujudnya reformasi birokrasi); khusus DKI Jakarta, wilayahnya akan menjadi Jabodetabek, dengan satu gubernur, dan menjadi contoh pembangunan suatu kota megapolitan, yang dapat menyelesaikan segala macam masalah sosial penduduknya, termasuk banjir.

Alasan keenam: Pemerintah mendukung sepenuhnya realisasi misi dan tugas-tugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam wujud pengawasan tak langsung (indirect) oleh suatu tim kabinet yang dipimpin oleh Wakil Presiden.





Knowing More About PKB

31 12 2008

EXECUTIVE SUMMARY

  1. PKB masa kini, adalah PKB yang baru! PKB yang muda dan modern, berani dan teruji! PKB yang tulus dan terbuka, tegar dan tegas! PKB sang halilintar! (Ar-Ra’d :13)
  2. Bagi PKB, maka NKRI, UUD 45 dan Pancasila, adalah final!
  3. Oleh sebab itu satu-satunya fokus PKB, adalah kesejahteraan rakyat, lahir dan batin! PKB sungguh berjihad untuk memastikan bahwa seluruh derivat UUD 45 yang dibuat oleh Parlemen (UU) dan Kabinet (Peraturan dan kebijakan publik), baik di pusat maupun di daerah, memiliki tujuan-tunggal yakni terwujudnya kesejahteraan rakyat lahir batin, bagi setiap dan seluruh bangsa Indonesia, dan bentuknya ialah Kemandirian Bangsa!
  4. Dan filosopi politik yang dianut PKB adalah bahwa setiap tindakan politik PKB sudah berdasarkan wahyu via istikharah! (lihat A Young Moslem’s Guide to the Modern World, oleh Seyyed Hossein Nasr, 1993)
  5. Mengapa? karena pokok-pokok pikiran yang sama seperti itulah yang menjadi bintang harapan dari insan manusia Indonesia, baik sadar dan terucap maupun tidak sadar dan tersimpan jauh di hati; PKB berani jadi pelopor dan teladannya.

 

QUESTION & ANSWER

Bahasa Politik PKB: Negara Adalah Pembawa Rahmat ALLAH Bagi Seluruh Rakyatnya.

Q (1) Kenapa bisa begitu?

A: Karena :

1. Dalam Preambule UUD 45, tegas dikatakan: bahwa pemerintah negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial;

2. Itulah Misi dari Pemerintah Negara, demi tercapainya Visi Negara Indonesia, yaitu terciptanya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (lih at Preambule), dan Misi Negara Indonesia, yakni mewujudkan suatu Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (lihat Preambule).

3. Bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (pasal 33:3)

Q (2) Apakah hal itu adalah tugas dan tanggungjawab negara?

A: Ya, demikianlah sesungguhnya tugas tertinggi dari negara.

Q (3) Apakah hal itu adalah juga menjadi tugas dan tanggungjawab partai-partai politik?

A: Ya, benar demikian!

Q (4) Mengapa?

A: Karena penyelenggaraan pemerintahan negara, justru akan di isi oleh individu kader-kader profesional putera-puteri bangsa Indonesia sebagai abdi rakyat dan abdi negara yang terbaik, utamanya yang tergabung dalam partai-partai yang ada.

Q (5) Bagaimana kalau Visi dan Misi dari pada partai itu bertentangan dengan Visi dan Misi negara?

A:

1. Sesungguhnya dan seharusnyalah, bahwa substansi pokok dari pada Visi dan Misi negara mutlak tercantum di dalam dan di antara Visi dan Misi partai.

2. Jadi Visi dan Misi partai itu mutlak tidak boleh bertentangan dengan Visi dan Misi negara serta Misi pemerintah. Dan sejarah pun telah membuktikannya tentang segala akibatnya yang bersifat destruktif bagi bangsa dan negara.

Q (6) Berikanlah contoh, bagaimana Visi dan Misi partai itu dibuat agar supaya mutlak tidak bertentangan dengan Visi dan Misi negara serta Misi pemerintah?

A: Perhatikanlah tabel di bawah ini:


 

Q (7): Apakah yang tunjukkan oleh tabel diatas itu?

A: Bahwa hubungan Visi & Misi NU, PKB, dan Negara (UUD 45 & Pancasila), inti-pokoknya harus merupakan satu garis linear (garis lurus) yang terkait erat.

Q (8): Apakah garis merahnya?

A: Garis merah: Kesejahteraan rakyat sesuai rancangan Allah.

Q (9): Apakah dasarnya?

A: Dasarnya: Preambule UUD 45 – yang dibuat para founding fathers ketika berpikir tingkat tertinggi (ma’rifat) -, yang berisi Visi & Misi Negara, dan Misi Pemerintahan, serta falsafah Pancasila; yang mengalir deras -main stream- dalam Visi & Misi NU, dan Visi & Misi PKB).

Q (10): Apakah inti dari main stream alias garis merah itu?

A: Inti main stream-nya adalah bahwa aktivitas di segala bidang kehidupan manusia sehari-hari, haruslah di pimpin oleh faktor yang tetap yakni Kitab Suci: istikharah alias pengalaman transendental, yakni komunikasi dua-arah antara Allah dengan hamba-Nya, melalui utusan-utusan-Nya, dengan tujuan tunggal ialah supaya Rancangan Allah bagi Indonesia, menjadi kenyataan, berupa terwujudnya kesejahteraan rakyat Indonesia tanpa kecuali. (lih Asy-Syuura :51; An-Nahl :2; Al-Hajj :75)

Q (11): Bagaimana rincian garis merah Kesejahteraan Rakyat itu?

A: Rincian garis merah kesejahteraan rakyat:

Tercipta Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (Visi Negara & Visi Politik NU & PKB), yang berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila (Misi Negara & Misi Politik NU & PKB) di mana aktivitas seluruh bidang kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia pada masing-masingnya selalu dipimpin oleh utusan Allah Yang Maha Kuasa (Misi politik khusus NU & PKB).

Q (12): Apakah itu sudah cocok dengan Visi Politik NU?

A: Vision Politik NU:

1. Terciptanya suatu keadaan negara Indonesia (Visi Negara) yang rakyatnya memiliki sikap hidup islami sejati dan penuh keteladanan dalam segala aktivitas hidup dan kehidupannya sehari-hari dan dipimpin oleh utusan Allah Yang Maha Kuasa (Visi NU).

2. Singkatnya: Terciptanya suatu keadaan negara Indonesia (Visi Negara) yang rakyatnya memiliki sikap hidup islami sejati dan penuh keteladanan (Visi Politik NU).

3. Sikap hidupnya adalah sabar, syukur, setia & taat, jihad, pasrah/berserah diri; dan butir-butir panca-tunggal itulah yang disebut sikap hidup islami sejati.

4. Panca-tunggal, adalah istilah umum, label umum, indikator umum, artinya substansi ini dapat berlaku umum, bagi siapapun juga, tanpa label khusus; dan ketika menerapkannya, maka masing-masing insan mengaplikasikannya sesuai dengan ajaran agamanya sendiri; jadi ada label khususnya bagi masing-masing agama dan kepercayaan; karena PKB bersifat inklusif mutlak, maka label umum itulah yang diterimanya sebagai Visi PKB, yang termasuk didalamnya Visi NU itu sendiri, sebagai basis utama PKB..

5. Dengan perkataan lain, di dalam internal PKB lah yang dengan sendirinya akan lebih dahulu terwujud visi dan misi PKB itu; contoh: ketika ada pemilih diluar NU yang memberikan suara bagi PKB, itulah indikasi yang menunjukkan awal keberhasilan dari Misi PKB dan mulai ter-wujudnya Visi PKB secara internal.

6. Wujudnya, adalah sang insan menjadi teladan dalam perkataannya, dalam tingkah lakunya, dalam kesetiaannya akan segala perintah Allah dan ketaatannya akan segala larangan-Nya, dalam cinta kasihnya (sebagai pembawa rahmat Allah, Al-Anbiya :107) dan dalam kesalehan dan kesuciannya.

7. Sikap hidup alias perilaku dan keteladanan itulah yang menjadikan sang insan layak untuk dipimpin oleh utusan Allah, sekaligus menjadi warganegara yang baik (good citizen) dan dihormati oleh orang lain.

Q (13): Apakah sudah cocok dengan Visi Politik PKB?

A: Vision Politik PKB:

1. Terciptanya Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (Visi Negara), yang rakyatnya memiliki sikap hidup panca-tunggal dan penuh keteladanan dalam segala aktivitas hidup dan kehidupannya sehari-hari dan dipimpin oleh utusan Allah Yang Maha Kuasa (Visi Politik NU).(bahasa teknis politik operasionalnya: Politik plus faktor tetap Kitab Suci, yakni faktor pertimbangan transendental alias istikharah; ilmu politik baru, Seyyed Hossein Nasr, 1993)

2. Singkatnya: Terciptanya suatu keadaan negara Indonesia (Visi Negara) yang rakyatnya memiliki sikap hidup panca-tunggal dan penuh keteladanan dalam segala aktivitas hidup dan kehidupannya sehari-hari (Visi NU dan ormas-ormas keagamaan lainnya; inklusif).

3. Sekarang adalah tugas NU: bersama-sama ormas-ormas keagamaan lainnya, untuk merumuskan panca-tunggal dan keteladanan itu sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Q (14): Apakah sudah cocok dengan Misi Politik NU?

A:

1. Misi Politik NU: NKRI, UUD 45 & Pancasila adalah final bagi NU. Tulisan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi, di IndoPos 20 September 2007, hlm 1, 7, dengan judul ‘Ramadan dan Piagam Madinah’, menegaskan posisi NU terhadap negara dan bangsa Indonesia, yakni bahwa bagi NU: NKRI dan Pancasila, adalah final, demi tegak-nya persatuan dan kesatuan bangsa (keputusan Muktamar NU tahun 1984 di Situbondo).

2. Membimbing umat warga NU, termasuk para pelaku politik warga NU di PKB, supaya mampu memiliki sikap hidup islami sejati yaitu: panca-tunggal, dan mampu menjadi teladan, agar dalam kehidupannya sehari-hari mereka menjadi layak untuk dipimpin oleh utusan Allah, sehingga rancangan Allah bagi NU dan diri mereka pada masing-masingnya dapat terwujud di sepanjang sisa umurnya di bumi ini.

3. Operasionalnya di bidang politik (dan juga berlaku di semua bidang kehidupan): Seorang warga NU, yang jadi politikus di PKB, kondisinya hanya ada dua:

a. [1] dia sudah memiliki sikap hidup islami sejati, sehingga sudah di pimpin oleh utusan Allah di dalam aktivitas politiknya sehari-hari; (di sini NU sedang menuai dan menikmati output hasil didikannya) atau

b. [2] dia sedang dalam proses perjalanan iman untuk dapat memiliki sikap hidup islami sejati, dan bertekad-baja untuk menyelesaikan perjalanan itu sampai akhir; (di sini peranan NU sangat besar untuk tetap membimbing dia sampai akhir, sesuai misi NU)

4. Diluar kedua kondisi individual itu, maka seorangpun tidak layak mendapat tugas kenegaraan apapun atas nama PKB, kecuali hanya menjadi anggota biasa saja; sambil menunggu NU mempersiapkan dirinya sesuai misi NU sendiri.

Q (15): Apakah sudah cocok dengan Misi Politik PKB?

A:

1. Misi Politik PKB: NKRI, UUD 45 & Pancasila adalah final bagi PKB. Pernyataan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dalam diskusi dengan Direksi dan Redaktur Harian Suara Pembaruan, tanggal 19 Desember 2008, di kantor pusat Suara Pembaruan, Jl. Dewi Sartika 136D, Jakarta.

2. Turut mewujudkan suatu keadaan politik nasional & lokal yang kondusif bagi rakyat Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh warga NU, sedemikian rupa sehingga sikap hidup islami sejati (panca-tunggal) dapat dipraktekkan dalam segala bidang kehi-dupan rakyat sehari-hari; supaya layak di pimpin oleh utusan Allah, agar Rancangan Allah bagi Negara dan Rakyat Indonesia, termasuk bagi PKB dan anggotanya, simpa-tisannya dan pendukungnya, dan bagi NU dan umatnya, dapat terwujud seutuhnya.

3. Dengan perkataan lain, setiap rakyat Indonesia, dengan agama apapun, dan dengan alasan apapun juga, jika dia sadar ataupun tidak sadar, dalam perilakunya telah memenuhi kriteria dan mengambil sikap hidup, seperti yang ada pada butir-butir dari panca-tunggal yakni sabar, syukur, setia & taat, jihad, dan berserah diri alias pasrah kepada sang Pencipta, maka sesungguhnya dari sudut pandang NU, de facto dia telah memiliki sikap hidup islami sejati tanpa harus de jure beragama Islam (Al-Isra :84; Al-Hajj :17).

 

Referensi (2):

Al-Isra :84 *) Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

Al-Hajj :17 *) Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Sabi’in, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.


Q (16): Tolong digambarkan, apakah aktivitas PKB & NU sudah sesuai dengan Visi & Misi-nya ketika berada pada realitasnya di lapangan kemasyarakatan dan politik?

A:

1. Sikap politik NU, adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, bagi NU adalah bersifat final alias tidak dapat diubah-ubah lagi.

2. Sikap politik PKB, adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, bagi PKB adalah bersifat final alias tidak dapat diubah-ubah lagi; sikap itu tetap sama apapun posisi politik PKB, baik ketika memerintah maupun ketika menjadi oposisi.

3. Sikap hukum PKB, sudah dicontohkan dan bisa diteladani oleh organisasi-organisasi masyarakat lainnya, yakni bahwa hukum yang adil juga harus ditegakkan di dalam internal organisasi partai. Kita bisa lihat dan ikuti sendiri sepanjang proses konflik internal PKB yang terakhir dan berakhir sempurna di MA dan KPU.

4. Sikap inklusif PKB, bukan hanya bagi eksternal tetapi juga harus terbukti dalam dirinya sendiri. Kita bisa lihat dan ikuti sendiri sepanjang proses konflik internal PKB yang terakhir dan berakhir sempurna di tingkat konsolidasi organisasi (proses islah).

5. Sikap konsistensi PKB, bukan hanya terhadap negara dan bangsa, tetapi juga harus terbukti dalam diri sendiri: Bahwa PKB harus berjalan terus dibawah payung kharisma NU, dan sama sekali bukan kharisma perorangan/individual. Kharisma individual perorangan hanyalah salah satu aset NU, bagi NU dan bagi PKB, yang harus diperlakukan dengan bijaksana, adil dan benar untuk kepentingan bangsa dan negara, yang di dalamnya sudah termasuk kepentingan warga NU dan warga PKB, baik anggota maupun simpatisan dan pendukungnya.

Q (17): Apakah yang akan dilakukan PKB jika kader-kadernya (internal dan external resources is opened) diberi kepercayaan duduk dalam pemerintahan Negara Indonesia?

A:

1. PKB akan memastikan, bahwa pemerintah itu kuat dan berani, tegas dan konsisten memiliki satu suara dan satu sikap serta adil dalam mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, sesuai Misi Negara dan Misi Pemerintah!

2. PKB akan memastikan terwujudnya penyempurnaan dari keadaan keamanan dan ketertiban masyarakat dan negara!

3. PKB akan memastikan bahwa segala aktivitas perorangan maupun kelompok masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari benar-benar dapat berjalan dengan merdeka dan bebas dari rasa ragu atau takut (alias berkehidupan kebangsaan yang bebas), dalam bingkai hukum dan perundang-undangan yang pasti, dan adil dan benar.

4. PKB akan memastikan terwujudnya dukungan pemerintah yang sepenuhnya bagi seluruh aktivitas KPK dalam rangka pemberantasan korupsi!

5. PKB akan memastikan terwujudnya kondisi yang kondusif sedemikian rupa, supaya seluruh aktivitas sehari-hari setiap individu dan keluarga warga masyarakat harus berujung pada kesejahteraannya masing-masing dan lingkungannya, sebagai wujud ke-sejahteraan rakyat Indonesia, lahir dan batin, dalam negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

6. PKB akan memastikan terwujudnya kondisi hubungan internasional yang kondusif supaya bangsa Indonesia bebas melakukan aktivitas antar-bangsa yang saling menguntungkan, bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia dan dunia.

Q (18): Apa strategi dan kebijakan serta program PKB dalam memenangkan pemilu 2009?

A:

1. PKB sudah memiliki strategi dan kebijakan bagi negara, yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Negara Indonesia, sepanjang lima tahun ke depan, bahkan 15 tahun, dalam rangka mewujudkan tahapan (milestones) kesejahteraan rakyat Indonesia.

2. Dalam kampanye 2009, pokok-pokok strategi, kebijakan dan program itulah, yang akan ditawarkan kepada rakyat Indonesia, sebagai wujud janji-janji kampanye yang tepat dan benar.

3. Oleh sebab itu, bukan kucing dalam karung yang akan di ajukan oleh PKB, tetapi dalam waktu yang singkat sudah dapat mulai diwujudkan janji-janji itu, atau pada saatnya PKB undur diri dari pemerintahan karena terbukti telah nyata-nyata membohongi rakyat ketika menang!

4. PKB akan memastikan bahwa selambat-lambatnya dalam waktu tujuh hari sesudah pelantikan presiden terpilih, maka susunan personalia kabinet sudah bisa diumumkan, supaya kabinet dan revitalized-birokrasinya dapat segera bekerja bagi rakyat.

5. PKB akan memastikan bahwa setiap seratus hari ke depan, maka rakyat boleh mengetahui dan menanyakan apa saja kerjanya pemerintah negara Indonesia ini, bagi kepentingan rakyatnya.

Q (19): Apakah tema kampanye PKB?

A:

1. Tema kampanye PKB adalah PERUBAHAN: KEMANDIRIAN BANGSA! (inti-pokoknya, adalah dari rakyat dan oleh rakyat dan untuk rakyat)

2. Mengapa tema itu? Karena sungguh rakyat menghendaki terwujudnya kemandirian dirinya sendiri karena pemimpinnya bukan saja sadar penuh akan kebutuhan inti rakyat-nya tetapi terutama yang berani berjihad mengorbankan pemdanya dan dirinya serta harta miliknya untuk mewujudkan kondisi yang kondusif, via kebijakan-kebijakan publiknya, sehingga rakyat dapat bebas bekerja dan menjadi mandiri dan sejahtera!

3. Dan PKB dengan tegas dan jelas, berani menunjuk contoh-contoh praktis, yang justru berada diluar dirinya sendiri, seperti yang telah sukses dan layak diteladani oleh para pemimpin kita, baik pusat maupun daerah di seluruh Indonesia, yakni kebijakan-kebijakan publik yang membentuk kondisi kondusif bagi kepentingan rakyat dan prestasi yang saat ini dicapai oleh sepuluh kepala daerah teladan, ialah Bapak Jusuf Serang Kasim, Walikota Tarakan (1999-2009), Kalimantan Timur; Bapak Untung Sarono Wiyono Sukarno, Bupati Sragen (2001-2011),  Jawa Tengah; Bapak Joko Widodo, Walikota Surakarta (2005-2010); Bapak Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta (2001-2011); Bapak Ilham Arif Sirajudin, Walikota Makassar (2004-2009); Bapak Djarot Saiful Hidayat, Walikota Blitar; (2000-2010) Bapak David Bobihoe Akib, Bupati Gorontalo (2005-2010); Bapak Anak Agung Gde Agung, Bupati Badung (2005-2010), Bali; Bapak Andi Hatta Marakarma, Bupati Luwu Timur (2005-2010), Selawesi Selatan; dan Bapak Suyanto, Bupati Jombang (2003-2013), sebagaimana yang disajikan dengan tema: Laskar Kepala Daerah, Tokoh Pilihan Tempo, dalam majalah Tempo, edisi 22-28 Desember 2008, halaman 19 s/d 69.

4. Dengan bersumber dari laporan Tempo itulah, PKB akan menunjukkan butir-butir mutiara dan berlian kemandirian, yang menghiasi mahkota kemenangan rakyat, dan menjadi inti-pokok perubahan (sebagai tipping point) yang terjadi di daerah itu pada masing-masingnya.

5. Dari situ kita dapat melihat, apakah kelima belas butir berlian yang ada dalam preambule UUD 45, yakni lima butir Vision Negara, dan lima butir Mission Negara, serta lima butir Mission Pemerintah Negara Indonesia, sesungguhnya sudah tertanam kokoh secara integral dan linier dalam setiap butir mutiara kebijakan publik (pewujud kondisi kondusif yang tepat dan benar sekaligus pembawa rahmat Allah bagi rakyat dan alam semesta di wilayah masing-masing) yang dibuat oleh para Bupati dan Walikota, Laskar Kepala Daerah, yang kini bukan saja aset dan solusi daerah melainkan sudah menjadi milik seluruh bangsa Indonesia itu. (Silahkan buka rubrik khusus tentang tema PKB: Perubahan untuk Kemandirian Bangsa, yang ada di blog ini juga).

Q (20): Bagaimana melakukannya?

A:

1. PKB yang harus lebih dulu berubah! Itulah reformasi internal PKB!

2. Dan PKB telah berubah! PKB berubah melalui proses perubahan yang amat sangat menyakitkan, yakni konflik internal PKB yang terakhir itu!

3. Namun dibalik yang menyakitkan itu, terpancar cahaya-cahaya oportuniti (Al Baqarah :216) yang membuat PKB menjadi terbuka, tegar dan tegas, lemah lembut dan rendah hati, muda dengan menyimpan segudang pengalaman dan pembelajaran yang telah menempa PKB menjadi sang halilintar (Ar-Ra’d :13), bukan dalam arti merubah Visi & Misi NU dan PKB dan Negara, tetapi merubah tatacara berpikir lama yang berujung pada perubahan sikap diri yang baru, yang siap mengisi kemerdekaan Indonesia dengan kesejahteraan rakyat yang adil dan benar.

4. Sekarang, inilah PKB yang baru! PKB yang berani dan teruji, muda dan modern! (PKB yang muda, berani dan teruji!)

5. PKB muda dan modern, dengan penguasaan ilmu politik yang terbaru, yang berlaku di abad ke 21, dan milenium ketiga, yakni Politik plus istikharah! PKB muda dan modern, dengan menjalankan hukum secara konsekuen.

6. PKB muda dan modern, dengan konsistensi tinggi pada Visi dan Misi: Negara, dan NU, dan PKB.

7. PKB muda dan modern, dengan penuh persiapan dan kesiapan yang tinggi, memasuki masa-masa awal dari perjalanan panjang menuju kepada kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya, sebagai wujud dari kemurnian gerakan reformasi bangsa.

8. PKB muda dan modern, sebagai kader-kader NU & PKB, berani menetapkan target-target rasional-spiritual, seperti antara lain siap di review setiap seratus hari pemerintahan (legislatif, eksekutif dan yudikatif), dan siap undur diri jika terbukti menipu rakyat (kebohongan publik) ketika menang.

9. PKB muda dan modern, yang siap menjadikan dirinya teladan perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia dan dunia.

 

Referensi (3):

Ar-Ra’d :13 *) Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.


MENTAL JIWA MERDEKA Vs MENTAL PENJAJAHAN

Q (21): Apakah sesungguhnya arti dari masa-masa 1945-1965-1998-2008 itu?

A:

1. Indonesia, 1945 – 1967 : zaman Bung Karno

2. Indonesia, 1967 – 1998 : zaman Soeharto

3. Indonesia, 1998 – 1999 : zaman BJ Habibie (transisi)

4. Indonesia, 1999 – 2002 : zaman Gus Dur (reformasi: transisi dan pengantar)

5. Indonesia, 2002 – 2004 : zaman Megawati (reformasi: transisi dan pengantar)

6. Indonesia, 2004 – 2009 : zaman SBY (reformasi: transisi dan pengantar)

Q (22): Apa arti dari peristiwa utama yang terjadi pada bulan Januari 2008 itu?

A: Pada momentum itulah dimulainya langkah pertama dari seluruh proses perjalanan bangsa Indonesia menuju kepada kesejahteraan rakyat!

Q (23): Sesungguhnya keenam zaman pemerintahan itu, intinya apa sih?

A: Intinya: rakyat Indonesia telah diperbaharui, yakni dari mental penjajahan menjadi mental jiwa merdeka! Proses membaharui mental rakyat terjadi dari 1945 – 1967 – 2009.

Q (24): Apa artinya itu?

A: Saatnya tiba: rakyat dan pemimpinnya harus berjiwa merdeka dan mandiri!

Q (25): Apa wujudnya?

A: Dimulai dari penyingkiran siapapun yang bersikap dan berjiwa penjajahan supaya tidak jadi pemimpin bangsa, dan memberi peranan sepenuhnya kepada siapapun yang berjiwa merdeka dan mandiri, kompeten dan profesional (masa 2009-2014)

Q (26): Apa yang akan terjadi sesudah itu?

A: Pada masa 2014-2019, proses pergantian generasi, dari generasi 1945 yang sudah selesai, dan diganti dengan generasi baru (generasi reformasi) yang akan memimpin bangsa Indonesia menuju kepada kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya.

Q (27): Dan kemudian dari pada itu apa lagi?

A: Pada masa 2019-2024, para pemimpin Indonesia adalah para pemuda dan pemudi harapan bangsa!

Q (28): Siapakah mereka itu?

A: Yakni mereka-mereka yang pemuda-pemudi, bersih dan menguasai ilmu politik baru karena telah ditempa oleh pembelajaran dan pengalaman politik dan profesional sepanjang sekurang-kurangnya sepuluh tahun terakhir (2009-2019).

Q (29): PKB sudah punya gambaran itu, dari mana ya?

A:

1. PKB dengan segala kerendahan hati bersyukur mendapat anugerah dan berkat dimampukan untuk menjadi layak diberitahu, wahyu via istikharah, tentang sebagian dari rahasia rancangan kehendak Allah bagi negara dan bangsa Indonesia masa kini (Asy-Syuura :51; lih An-Nahl :2; Al-Hajj :75).

2. Itulah salah satu wujud dari pelaksanaan ilmu politik baru (Seyyed Hossein Nasr, 1993), yakni politik plus istikharah (wujudnya:pengalaman spiritual/transendental)

3. Tentunya anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkejut bagaikan petir di siang bolong membaca pengakuan kesaksian di atas itu, namun bukankah di atas sudah dikatakan bahwa PKB muda dan modern itu bagaikan halilintar?

Q (30): Lalu apa yang diperbuat?

A: Memasuki masa-masa seperti itulah PKB telah mempersiapkan dirinya untuk terlibat langsung dalam menjawab tantangan zaman kesejahteraan rakyat masa kini.

Q (31): Konkritnya apa ya?

A:

1. Itulah sebabnya PKB mengajak kita semua bergabung, dengan bergandengan tangan, bersama-sama mengukir sendiri perjalanan yang memang telah lama kita dambakan itu. Itulah jalan lurus yang ujungnya adalah kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya.

2. Artinya, jika anda mendambakan perubahan untuk tuntas menyelesaikan reformasi bangsa Indonesia yang sesungguhnya, yakni menjadi bangsa yang mandiri (dari rakyat dan oleh rakyat dan untuk rakyat), marilah bergabung dengan PKB, gunakanlah hak pilih anda dan berilah suara pilihan anda kepada PKB, No: 13.

3. Sama sekali tidaklah kebetulan PKB mendapat angka 13! Sebab seluruh keberadaan kita itu adalah Allah yang mutlak menentukan, termasuk PKB ketika mengambil angka 13 itu (Al-An’aam : 59)

4. Buktinya? Sesudah PKB menarik angka 13, maka PKB beruntung dan bersyukur mendapat bonus dari Allah yakni kemenangan yang sah dan final di tingkat MA. (Al-Baqarah :216)

5. 5. Bahkan dikatakan, bahwa si orang muda MI telah menjadi halilintar bagi PKB, dan PKB menjadi halilintar bagi Indonesia, dan Indonesia menjadi halilintar bagi dunia!

Referensi (4):

Al-Baqarah : 216*) Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Al-An’aam : 59 *) Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).


UMUM: FALSAFAH PANCASILA

Q (32): Apakah PKB sudah mengenal dan mengerti falsafah Pancasila, sesuai paradigma asli?

A: Sesungguhnya kita dan khususnya para pakar itu seharusnya sadar dan tahu, bahwa Pancasila itu adalah representasi dari seluruh ideologi yang hidup dalam masyarakat dunia, termasuk di Indonesia, yang berfokus pada lima ideologi besar di dunia, yakni ideologi agama, ideologi humanis (HAM), ideologi nasionalis, ideologi demokrasi, ideologi sosialis.

Q (33): Bagaimana posisi ideologi-ideologi yang lainnya?

A: Ideologi lainnya adalah merupakan derivat alias turunan yang berasal dari salah satu ideologi besar itu. Contoh: sosialisme Komunis adalah derivat dari ideologi sosialisme.

Q (34): Apakah benar bahwa setiap insan manusia membutuhkan falsafah pancasila sebagai satu kesatuan yang seutuhnya?

A: Pada hakekatnya kelima sila dalam pancasila itu adalah kebutuhan pokok individual seorang insan manusia yang sejati dan utuh di muka bumi ini, yakni terwujudnya hubung-an yang benar antara manusia dengan Tuhannya (hubungan vertikal, habluminallah: sila pertama dari Pancasila) dan terwujudnya hubungan yang benar antara manusia dengan manusia lainnya (hubungan horizontal, habluminanas: empat sila berikutnya dari Panca-sila).

Q (35): Bagaimana melayani kelompok-kelompok yang hanya mementingkan salah satu dari pada ideologi-ideologi yang ada dalam pancasila?

A:

1. Bahwa kemudian manusia mengambil inisiatif untuk mengelompokkan dirinya, karena membutuhkan ikatan-ikatan kebersamaan tertentu, dalam rangka mewujudkan keserasian dan keseimbangan hubungan vertikal dan hubungan horizontalnya masing-masing, bukanlah berarti bahwa sang insan secara individual tidak memiliki kebutuhan pokok lainnya itu.

2. Demikianlah ketika sang insan mengelompokkan dirinya ke dalam ideologi keagamaan (salah satu agama) misalnya, bukanlah berarti bahwa bagi dirinya sang insan itu tidak membutuhkan hubungan horizontal (habluminanas) yang serasi dan seimbang, dalam wujud kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam wujud persatuan Indonesia karena mereka adalah hanya satu bagian saja dari bangsa Indonesia, dalam wujud demokrasi dan permusyawaratan, dan dalam wujud keadilan sosial.

3. Kita di Indonesia (1948 dan 1965) dan dunia (Jerman Timur, 1990; Rusia, 1991) sudah mengalaminya sendiri, bahwa sosialisme, khusus derivat-nya sosialisme komunis, yang tidak mengakui agama apapun (sila Ketuhanan Yang Mahaesa) sebagai bagian dari kebutuhan individualnya, baik bagi diri sendiri maupun kelompoknya, pada akhirnya akan hancur lebur dengan sendirinya.

4. Oleh sebab itu kelima sila dalam Pancasila adalah suatu kesatuan, yang tidak terpisahkan, integral, masing-masing sila adalah hanyalah bagian alias komponen dari pada satu kesatuan utuh, yang disebut Pancasila milik bangsa dan negara Indonesia;

5. Artinya jika salah satu sila tidak ada maka sesungguhnya sang insan itu belum jadi manusia seutuhnya, karena dia menyangkal kebutuhan hakiki dari dirinya sendiri, dan bahkan diri pribadinya itu, pada hakekatnya (virtual), belum menjadi bagian dari bangsa Indonesia walaupun daerah tempat mereka bermukim dan hidup itu adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6. Namun kita yakin percaya sepenuhnya, bahwa pada akhirnya kebenaran Allah (wahyu via istikharah) yang pasti berlaku (Thaahaa :114), sehingga setiap orang dalam kelompok yang seperti itu akan menjadi sadar, mengerti dan bersedia menyatukan diri ke dalam bangsa dan negara Indonesia.

Referensi (5):

Thaahaa :114. (lih Al-Baqarah :77; Al-Infithaar :10-12)

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Al-Baqarah :77 *)

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?”

Al-Infithaar :10-12 *)

“Padahal sesungguhnya, bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”


Q (36): Setiap ideologi pada dasarnya adalah bagian kebutuhan dari satu individu insan manusia yang hidup di bumi, maka bagi sebuah ideologi itu tidak ada batas-batas negara dan daerah, atau batas-batas bangsa dan suku-suku bangsa, atau batas-batas bahasa dan kebudayaan. Lalu siapakah yang berhak dan berwenang untuk mengaturnya dalam suatu kehidupan kenegaraan dan kebangsaan?

A: Oleh sebab itu negaralah yang berkepentingan untuk menjaga agar setiap ideologi yang ada itu tidak boleh menjadi sumber konflik yang akan menghapus atau menghilangkan negara dan bangsa itu sendiri, melainkan justru sebaliknya, yakni menjadikan ideologi-ideologi yang tercakup sempurna dalam falsafah pancasila itu (Misi Negara) sebagai sumber kekuatan dan kesaktian maha dahsyat, bagaikan sang halilintar, yang akan membawa negara dan bangsa supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, dalam negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur (Visi Negara).

Q (37): Bagaimanakah pula posisi perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang dibuat oleh negara, untuk mengatur kehidupan kenegaraan dan kebangsaan itu?

A:

1. Demikian pulalah ketika sebuah undang-undang ataupun keputusan pemerintah, bahkan keputusan perusahaan dan keputusan individu perorangan sekalipun yang sama sekali tidak mempertimbangkan ideologi-ideologi yang sudah tercakup dalam sila-sila di pancasila itu, maka dapat dipastikan umur undang-undang itu, keppres itu, peraturan perusahaan itu, keputusan direksi itu, ataupun keputusan yang diambil oleh perorangan itu, tidak akan lama umurnya, bahkan undang-undang itu justru menjadi sumber konflik dan perpecahan serta sumber malapetaka di masyarakat, bangsa Indonesia.

2. Jadi pada hakekatnya jika belum mengerti pancasila, berarti belum bisa mengerti kebutuhan hakiki dari setiap insan manusia yang hidup di muka bumi ini. Demikianlah dia tidak akan pernah mengerti kebutuhan bangsa Indonesia, bahkan kebutuhan bangsa-bangsa di dunia.

Q (38): Bagaimana kita bisa mengerti falsafah pancasila, dengan tepat dan benar?

A:

1. Pada titik inilah peranan penentu kebenaran (wahyu via istikharah) dari suatu agama itu menjadi sangat nyata di lapangan kehidupan manusia, juga sebagai suatu bangsa.

2. Lihatlah, begitu beratnya dan begitu dalamnya dan begitu sempurnanya para founding fathers kita ketika menggali dan menemukan butir-butir pancasila yang lengkap mencakup semua ideologi besar dunia yang hidup dalam masyarakat bangsa Indonesia, dan itulah bukti bahwa pada momentum itu sungguh para founding fathers itu pada masing-masingnya sudah mencapai tingkat berpikir yang tertinggi alias tingkat ma’rifat;

3. Contoh empiris ada dalam sejarah perjuangan memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya peranan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yakni mengapa beliau bersedia mengorbankan segala-galanya bagi Indonesia merdeka, ialah kerajaannya, rakyatnya, hartanya, dan jiwanya, adalah karena berpegang teguh kepada wisik (bahasa Jawa; atau bahasa Al Quran: wahyu via istikharah) yang diterima beliau ketika dalam proses negosiasi kontrak politik dengan Belanda sebagai syarat untuk naik tahta kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat di tahun 1940, yakni intinya bahwa Belanda akan pergi dari sini (aslinya: ‘Tole, tekene wae, Landa lunga saka bumi kene’). Kondisi jiwa beliau, sebagai pemuda calon raja, pada saat itu adalah kondisi tingkat ma’rifat sehingga sangat kondusif untuk terjadinya istikharah, dan menerima wisik atau wahyu dari utusan Allah, malaikat dan manusia (para leluhur yang sudah sempurna di mata Allah) yang dikehendaki-Nya (Al-Muzzammil :5).

Kata beliau: Wisik itulah (bahwa Belanda akan pergi dari sini), yang menjadi dasar kokoh dari segala sepak terjangku di masa itu, jika orang ingin mengerti dengan benar. (lih Buku Tahta Untuk Rakyat, 1982) (lih juga rubrik HBX).

Referensi (6):

Al-Muzzammil :5. (lih An-Nahl :2; Al-Hajj :75) “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”

An-Nahl :2 *) “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”

Al-Hajj :75 *) “Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

4. Jadi sesungguhnya teori Politik plus istikharah dari Seyyed Hossein Nasr, 1993, sebagai teori filsafat politik modern, sudah lama dilaksanakan di Indonesia, walaupun tanpa disadari bahwa hal itu justru akan jadi tipping point di dunia politik abad 21 bahkan milenium ketiga ini.

5. Demikianlah hanya mereka-mereka yang juga telah memiliki tingkat pemikiran tertinggi alias tingkat ma’rifat sajalah yang dapat mengerti arti pancasila yang original secara utuh itu (paradigma asli yang disampaikan utusan Allah via istikharah), sehingga tidak mungkin lagi menemukan cela apapun untuk menyangkal kebenaran pancasila itu.

6. Dan adalah tugas utama setiap agama, untuk membimbing dan memimpin tiap-tiap insan umatnya supaya dapat mencapai tingkat ma’rifat dalam totalitas perjalanan iman-nya (jangan sebagian-sebagian tapi harus keseluruhannya; Al-Baqarah :208), termasuk khususnya para kader-kader umat yang jadi pelaku bisnis di bidang ekonomi dan pelaku politik alias politikus yang berkiprah di setiap partai politik yang ada. Dengan demikian mereka boleh menjadi hamba-hamba Allah yang membawa rahmat Allah (Al Abiya :107) bagi kesejahteraan bangsa seluruhnya, sesuai dengan rancangan kehendak Allah sendiri.


UMUM: PREAMBULE UUD ’45: VISI & MISI NEGARA DAN MISI PEMERINTAH

Q (39): Apakah PKB sudah mengenal dan mengerti Preambule UUD 45, yang intinya berisi Visi & Misi Negara dan Misi Pemerintah?

A:

1. Peranan dan fungsi preambule adalah mengabstraksikan seluruh substansi UUD dalam sebuah ikhtisar alias summary yang singkat dan lengkap, jelas dan tegas.

2. Oleh sebab itu bagi sebuah UUD, maka wajarlah bahwa isi preambulenya di fokuskan kepada tiga inti pokok sebuah negara, yakni Visi Negara (kata benda: abstrak), Misi Negara (kata kerja), dan Misi Pemerintah (kata kerja). Di dalam misi negara itulah tercantum filosofi alias falsafah negara yang mencakup seluruh ideologi yang hidup dalam masyarakat bangsa Indonesia.

Q (40): Mengapa falsafah negara masuk dalam Misi dan bukan Visi?

A: Karena falsafah pancasila yang merupakan representasi dari semua ideologi yang ada dalam masyarakat itu haruslah direalisasikan dalam setiap wujud gerak langkah manusia Indonesia, dalam hidupnya sehari-hari, untuk mencapai kesejahteraannya.

Q (41): Bagaimana posisi partai-partai politik?

A: Demikianlah karena dalam negara integralistik Indonesia, masyarakat dan partai-partai merupakan bagian dari bangsa dan negara Indonesia, maka Visi & Misi partaipun harus-ah menjadi bagian dan derivat dari Visi dan Misi negara, dan Misi pemerintah.

Q (42): Bagaimana membuktikannya?

A:

1. Oleh sebab itu haruslah terbukti adanya garis yang linear alias garis merah alias garis lurus yang menghubungkan visi & misi negara dengan Visi & Misi setiap partai politik, tanpa kecuali.

2. Dengan perkataan lain Visi & Misi negara, dan Misi pemerintah, haruslah menjadi bagian integral utama dari Visi & Misi partai politik itu sendiri, sedangkan ideologi partai menjadi bagian integral dari falsafah pancasila yang dianut oleh negara Indonesia.

3. Contohnya dapat dilihat pada hubungan keterkaitan yang erat antara Visi & Misi Negara dengan Visi & Misi parpol: PKB, dan Visi & Misi ormas keagamaan: NU.

4. Bagi NU, visi politiknya adalah terciptanya suatu kehidupan insan manusia, yang islami sejati, dan dipimpin oleh utusan Allah, dalam segala aktivitas kehidupannya sehari-hari, sepanjang sisa umur yang dikehendaki Allah bagi hidupnya di bumi ini.

5. Bagi PKB, visi politiknya adalah terciptanya suatu kehidupan insan manusia, yang selalu memancarkan lima butir sikap hidup yang benar (panca-tunggal), dan dipimpin oleh utusan Allah, dalam segala aktivitas kehidupannya sehari-hari, dalam negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

6. Dan bagi PKB, misinya adalah mewujudkan suatu keadaan alias kondisi yang kondusif bagi setiap insan manusia Indonesia, agar dapat melakukan segala aktivitas kehidupannya sehari-hari dengan aman, tertib dan merdeka, dalam bingkai hukum yang adil dan benar, sehingga bisa tercapai kesejahteraan lahir dan batin bagi diri pribadinya dan keluarganya serta bagi lingkungannya.

7. Dan bagi para pemimpin dan utusan PKB, misinya adalah mewujudkan suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, yang memajukan kesejahteraan umum, yang mencerdaskan kehidupan bangsa, dan yang ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

 

KHUSUS: TENTANG ISTIKHARAH

Q (43): Apakah istikharah itu?

A:

1. Istikharah adalah shalat sunnat dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan; sebaiknya dikerjakan pada dua per tiga malam yang terakhir. (lihat Buku Pintar Agama Islam, Edisi Senior, 2002, Cetakan ke XI, halaman 350, disusun oleh Syamsul Rizal Hamid)

2. Intinya adalah tindakan berkomunikasi dua-arah dengan Allah, untuk memohon bimbingan-Nya. (lihat Al-Muzzammil :5)

Referensi (7):

Al-Muzzammil :1-9 *) Hai orang yang berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (lih Al-Baqarah :107)

Al-Baqarah :107 *) “Tidakkah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong”

An-Nahl :2 *) “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”

Q (44): Apakah mungkin terjadi komunikasi dua-arah antara Allah dengan hamba-Nya?

A:

1. Tentu saja amat mungkin bahkan adalah kewajiban kita untuk berdialogue dengan Allah, yakni dengan utusan-Nya, para malaikat dan manusia yang dikehendaki-Nya!

2. Buktinya, sejak awal kita sudah ditanamkan kewajiban syariat kita untuk shalat lima waktu setiap harinya (posisi: 100% monologue). Pada waktu-Nya ada kewajiban hakekat kita untuk shalat tahajut di tengah malam (posisi: 20% monologue dan 80% dialogue). Dan akhirnya pada tingkat tertinggi ada kewajiban ma’rifat kita untuk shalat sebanyak-banyaknya dalam arti setiap saat ada komunikasi dua-arah (100% dialogue) antara para utusan Allah dengan kita yang menerima segala perintah-Nya untuk dijalankan dalam kehidupan kita sehari-hari, di segala bidang hidup manusia.

3. Jadi sesungguhnya shalat itu intinya adalah komunikasi dua arah antara Allah dengan hamba-Nya.

4. Yang jadi soal adalah apakah kita sudah jadi hamba-Nya? Apakah shalat kita sudah dua-arah atau sampai saat ini masih saja satu arah? Ayolah, jalan terus, jangan berhenti!

Q (45): Apakah ada syarat-syaratnya supaya kita layak disebut sebagai hamba-hamba-Nya?

A:

1. Tentu saja ada syarat-syaratnya yang harus kita penuhi terlebih dahulu sebelum ada datang utusan Allah yang menyatakan bahwa kita telah menjadi hamba-Nya, yakni kita harus sudah memenuhi kriteria-kriteria minimum untuk masuk dan berjalan di Jalan yang Lurus (Sirathalmustaqim), yang amat sangat sistematis karena memiliki empat milesstone, ialah syariat, tarekat, hakekat dan ma’rifat; dan dua buah rambu alias tanda-tanda jalan supaya jangan sesat, yakni puasa dan shalat.

2. Jadi sama sekali bukan kita sendiri ataupun pemimpin kita yang menyatakan bahwa kita adalah hamba Allah, melainkan hal itu adalah hak mutlak Allah yang dibawakan oleh utusan-Nya yakni malaikat atau manusia yang dikehendaki-Nya. (An-Nisa :133)

Q (46): Apakah dasarnya istikharah itu?

A:

1. Jika Allah menolong kita (Ali-Imran :160; Al-Baqarah :107), sesungguhnya Allah akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut! (lih Al-Anfaal :9); inilah jaminan Allah via para utusan-Nya.

2. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, dan karena itu juga bagi hamba-hamba-Nya (termasuk hamba-Nya di pemerintahan negara) semuanya mungkin. (Ali-Imran :47)

3. Rancangan Allah bagi Indonesia harus terlaksana. Allah yang memimpin via para utusan-Nya, dan menyampaikan segala perintah firman-Nya kepada hamba-hamba-Nya (An-Nahl :2; Al-Hajj :75), termasuk yang duduk dalam pemerintahan negara Indonesia.

4. Itulah dasar, prosedur dan proses baku dari kegiatan istikharah.

Referensi (8):

Al-Baqarah :107 *) “Tidakkah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.”

Ali-Imran :47. (dalam keadaan istikharah ada dialog)

“Maryam berkata: Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah ber-kehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, Jadilah, lalu jadilah dia. (huruf latin Arab: kun fa yakun)”

Ali-Imran :160. (lih Al-Anfaal :9)

“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”

Al-Anfaal :9 *)

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

An-Nahl :2. (lih juga Al-Hajj :75)

“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”

Al-Hajj :75 *) “Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

An-Nisa :88 *) “Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.”

Q (47): Apakah syarat utama istikharah?

A:

1. Kita harus menjadi hamba-hamba-Nya (An-Nahl :2) alias alat-alat-Nya di bumi ini

2. Lalu memohon dan menunggu dengan sabar datangnya perintah-perintah firman-Nya untuk dilaksanakan tanpa syarat. (Yunus :109)

Referensi (9):

Yunus :109 *) “Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya.”

Q (48): Apakah syarat-syarat untuk menjadi hamba-Nya dan alat-Nya?

A:

1. Oleh utusan Allah, kita ditetapkan sebagai orang-orang terpilih, sebagaimana yang dikehendaki-Nya. (An-Nahl :2)

2. Orang terpilih harus terus menerus berjalan di Jalan yang Lurus itu (Sirathalmustaqim, Al-Fatihah :6), yang ujungnya adalah hadlirat Allah SWT.

3. Dia harus memiliki sikap hidup islami sejati, yakni sabar, syukur, setia & taat, berjihad (dalam bersikap sabar, syukur dan setia-taat itu), dan pasrah (lilahitaala); dan kelima butir sikap hidup itu merupakan satu kesatuan seutuhnya (panca-tunggal).

4. Dia harus jadi teladan yang islami sejati, dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kesetiaannya pada perintah Allah dan ketaatannya pada larangan-Nya, dalam cinta kasihnya (sebagai pembawa rahmat Allah, Al-Anbiya :107) dan dalam kesalehan dan kesuciannya.

5. Dengan perkataan lain, untuk mencapai sikap hidup islami dan menjadi teladan, maka seseorang itu haruslah orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah (Al-Fatihah :6) dengan harta benda dan diri mereka (At-Taubah :20), walaupun dalam keadaan ringan maupun berat. (At-Taubah :41)

Referensi (10):Al-Fatihah :6 *) “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”(bahasa latin Arab: ihdinas siratal mustaqim)

Al-Anbiya :107 *) “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

At-Taubah :20,41 *) “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Q (49): Siapakah yang bertanggungjawab untuk mempersiapkan seseorang untuk menjadi hamba Allah?

A :

1. Hal itu adalah tugas utama dari para ulama, di manapun dia berada.

2. Secara organisatoris khususnya, adalah tugas fundamental dari para ulama NU.

3. Syarat untuk menjadi pembimbing adalah bahwa ulama itu telah menjadi hamba Allah terlebih dahulu, sebelum dia bisa memimpin murid-muridnya untuk menjadi hamba Allah seperti dirinya sendiri.

4. Dan yang menetapkan seseorang adalah hamba Allah, merupakan hak mutlak dari Allah sendiri; dan Allah hanya menilai hatinya, bukan raganya.

5. Jadi di muka bumi ini, termasuk di Indonesia, tidak ada orang yang ditetapkan oleh Allah menjadi hamba Allah berdasarkan tanda-simbol lahiriah alias ukuran duniawi seperti status alias pangkat, faktor keturunan ataupun darahnya ‘darah biru’, dan seterusnya.

6. Demikianlah setiap orang yang telah memiliki sikap hidup islami sejati, yakni sabar, syukur, setia & taat, jihad, dan pasrah, maka entah kapan, hanya Allah yang tahu, akan datang utusan Allah, yakni malaikat ataupun manusia (Al-Hajj:75), yang menyampaikan berita ketetapan Allah baginya sebagai orang yang terpilih menjadi hamba Allah.

Q (50): Bagaimana operasionalnya di bidang politik? (dan juga berlaku di semua bidang kehidupan):

A:

1. Seorang warga NU, yang jadi politikus di PKB, kondisinya hanya ada dua:

a. dia sudah memiliki sikap hidup islami sejati, sehingga sudah terpilih menjadi hamba Allah yang selalu di pimpin oleh utusan Allah dengan wahyu via Istikharah, di dalam aktivitas politiknya sehari-hari; (di sini NU boleh menuai dan menikmati output hasil didikannya) (lihat tugas fundamental pertama para ulama NU, pada buku Membangun PKB Tanpa Gus Dur, 2008, hlm 74), atau

b. dia sedang dalam proses perjalanan iman untuk dapat memiliki sikap hidup islami sejati, dan bertekad-baja untuk menyelesaikan perjalanan itu sampai akhir (Al-Fatihah:6); (di sini peranan para ulama NU sangat besar untuk tetap membimbing dia sampai akhir, sesuai misi NU) (lihat tiga tugas fundamental para ulama NU, pada buku Membangun PKB Tanpa Gus Dus, 2008, hlm 74-75); revised 15/8/08.

2. (Sekali lagi:) Diluar kedua kondisi individual itu, maka tidak seorangpun layak mendapat tugas kenegaraan apapun atas nama PKB, kecuali hanya menjadi anggota biasa saja; sambil menunggu para ulama NU mempersiapkan dirinya sesuai misi NU sendiri.

Q (51): Apakah di PKB sekarang ini, 2008, sudah ada warga NU yang politikus PKB, yang telah terpilih jadi hamba Allah dan di pimpin oleh utusan Allah?

A :

1. Hamba Allah, adalah orang yang perkataannya dan tindakannya akan terbukti kebenarannya di kemudian hari, artinya sesuai perintah firman Allah dalam Kitab Suci (Al Quran dan Hadis), setelah melalui perjalanan waktu dan berbagai peristiwa tertentu, sehingga akhirnya dia dapat dipercayai.

2. Orang yang dipimpin oleh utusan Allah, adalah orang yang perkataannya dan tindakannya bukanlah berasal dari akal, nafsu dan keinginan dirinya sendiri, melainkan atas segala perintah firman Allah yang disampaikan oleh para utusan Allah kepadanya, di semua bidang kehidupan, termasuk politik. (Asy-Syuura :51; An-Nahl :2; Al-Hajj :75)

3. Demikianlah, dengan berjalannya waktu, memasuki pemilu 2009 dan pilpres 2009, mari kita sama-sama lihat ujung perjalanan PKB, yang akan menjadi awal dari pelayanan berkualitas tinggi dari PKB bagi kesejahteraan rakyat Indonesia seluruhnya.

4. Perhatikanlah dan bersyukurlah atas mujizat-mujizat yang telah terjadi (keputusan MA dan KPU) dan semoga akan terus terjadi lagi di masa mendatang ini, jika memang PKB juga tetap rendah hati dan berjalan terus di Jalan yang Lurus itu.

5. Semoga para pemimpin PKB, baik pusat maupun daerah, selalu tetap rendah hati, sabar dan pasrah, serta tidak menjadi sombong dan jatuh karena berkata dalam hatinya: jasa-jasakulah segala keberhasilan saat ini, dan bukan bersyukur karena karunia Allah itu. (lih Ibrahim :7; hlm 8, Referensi khusus: Syukur)

Referensi (11):

Doctrine, n,

[1] A creed or body of teachings of a religious, political or philosophical group presented for acceptance of belief; dogma.

[2] A principle or body of principles that is taught or advocated.

Dogma, n,

[] A religious doctrine or system of doctrines proclaimed by ecclessiatical authority as true.

[] A belief, principle, or doctrine or a code of beliefs, principles or doctrines.

Dogmatic, dogmatical, adj,

[1a] (of or a statement, opinion, etc) forcibly asserted as if authoritative and unchange-able.

[1b] (of a person) prone to making such statements

[2] of or constituting dogma.

[3] based on assumption rather than obsevation.

Idea, n,

[1] Any product of mental activity; thought.

[2] The tought of something.

[3] A belief; opinion.

[4] A scheme, intention, plan.

[5] A person’s conception of something.

[6] Significance or purpose.

[7] Philosophy: (a) An immediate object of thought or perception; (b) Plato: The univer-sal essence or architype of any class of things or concepts.

Ideology,

[1] A body of ideas that reflects the believe of a nation, political system, class, etc.

[2] Speculation that is imaginary or Visionary.

Philosophy, n,

[1] The academic discipline concerned with making explicit the nature and significance of ordinary and scientific beliefs and investigating the intelligibility of concepts by means of traditional argument concerning their presuppositions, implications, and interrelation-ships.

[2] The particular doctrines relating to these issues of a specific individual or school: the philosophy of Descantes.

[3] The basic principles of a discipline: the philosophy of law.

(note: philosophy of politic; the basic principles of politic: politic + factor istikharah, Seyyed Hossein Nasr, 1993, pakar filosopi politik dunia timur)

[4] Any system of belief, values, or tenets.

[5] A personal outlook or view point

FAKTOR TRANSENDENTAL (ISTIKHARAH)

[1] Kalau secara empiris telah berlaku universal (Plato), maka dia menjadi ilmu/teori politik; yang pasti adalah bahwa faktor transendental itu berlaku universal, dan berbukti empiris, dan sudah dialami oleh insan manusia dari abad ke abad; hanya memang belum ada studi yang fokus ke situ, yaitu politik; yang ada baru di agama-agama.

[2] Pengalaman transendental di agama-agama telah berbukti dengan adanya perintah-perintah firman Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang diterima oleh para Rasul dan Nabi, dan orang-orang kudus/suci di segala abad dan tempat dan telah tertulis di dalam Kitab-Kitab Suci)

[3] Secara umum manusia jaman modern sekarang belum bisa menerima ketika ada seorang atau beberapa orang biasa-biasa saja namun nyatanya telah tuntas meliwati ‘Siratalmustaqim’, dan karena itu telah diberi kemampuan untuk berkomunikasi dalam wujud pengalaman transendental dengan Tuhan (wujudnya: istikharah); dan sesungguhnya peristiwa itu, yang terjadi sekarang, sudah ditulis ribuan tahun yang lalu dalam Kitab Suci namun tokh belum dapat diterima oleh insan manusia yang hidup di masa kini;

[4] Mengapa demikian?

Lihatlah gambarannya pada tabel berikut ini:


[5] Pakar filosopi politik modern dunia Timur, Seyyed Hossein Nasr, dalam bukunya A Young Moslem’s Guide to the Modern World, 1993, merekomendasikan: bahwa ilmu politik masa kini itu sekarang haruslah berdasarkan wahyu via istikharah! Seyyed Hossein Nasr sendiri belum bisa memberikan bukti-bukti empiris, baik di dunia timur apalagi dari dunia barat; padahal suatu teori dunia itu harus berlaku universal terlebih dahulu.

[6] Di dunia Barat sendiri, yang selalu mendapat kritikan keras ‘lebih banyak pakai kekuatan akal pikiran saja’, sehingga selalu muncul ‘teori politik baru’, ternyata pakar filosopi politik modern, ialah Erick Voegelin, yang disitir oleh S.P Varma dalam bukunya Teori Politik Modern, 1982, Edisi 2, Cetakan kelima, 1999, bahkan dengan yakin dan tegas katakan bahwa Politik itu harus telah mempertimbangkan faktor-faktor pengalaman spiritual alias transendental, walaupun diakuinya saat ini dunia barat pun belum memiliki kondisi intelektual yang kondusif guna menerima dan melakukan hal itu.

[7] Demikianlah di muka bumi ini, Indonesia yang pertama mulai berpikir (HBX, 2002 dan MI, 2008) tentang teori politik modern itu dan telah menerapkannya mulai tahun 2008 ke depan; khususnya di bidang politik, dan bidang-bidang kehidupan lainnya, maka semoga hal itu nyata berbukti di periode pemerintahan tahun 2009-2014 yang akan datang, dan yang berikutnya dan yang seterusnya.  Wallahu’alam bishshawab. (dialog imajiner, 28/12/08pm).





Mengapa memilih PKB? Muhaimin Iskandar Menjawab…

24 12 2008

PKB 4 RI ONE MI MENJAWAB (21 – 24 Desember 2008)

KOMPAS/Priyambodo

dok.foto:KOMPAS/Priyambodo

PKB MENJAWAB

Q: Jadi bagaimana PKB menjawab pertanyaan : “Apa alasan publik untuk memilih PKB sebagai partai andalannya, yang akan melayani bangsa termasuk mereka sepanjang lima tahun ke depan, ketika PKB mendapat kemenangan dalam pemilu ini dan menjadi partai yang memerintah nantinya?”

A: Bagi PKB, maka NKRI, UUD 45, dan Pancasila, adalah final ! (17/12/08, pk 19.35)

(1) Artinya PKB adalah satu-satunya pelaksana dan pelaku politik yang sungguh-sungguh mengerti dengan tepat dan benar apa arti NKRI, UUD45, Pancasila itu, dan PKB tahu persis bagaimana mengamalkannya dalam setiap bidang kehidupan rakyat Indonesia; baik itu dibidang ekonomi dan keuangan, bidang hukum dan ham, bidang politik, bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, bidang sosial budaya, maupun bidang pendidikan dan kesehatan serta bidang agama, dan seterusnya;

(2) Pengamalannya ditingkat legislatif adalah dalam wujud undang-undang dan peraturan-peraturan, yang harus dibuat oleh parlemen (DPR-RI, DPRD) berdasarkan kekuasaan dari Rakyat, baik pusat maupun daerah; yang di dalamnya telah tertanam subur UUD 45 tentang visi, misi negara dan misi pemerintahan, dan yang tujuannya adalah terwujudnya suatu kondisi yang kondusif bagi rakyat tanpa kecuali untuk melakukan aktivitasnya masing-masing, lahir dan batin (aktivitas oleh Rakyat), dalam rangka mencapai kedamaian (rasa merdeka, rasa berdaulat, rasa bersatu, rasa adil) dan kesejahteraan (rasa makmur) bagi dirinya dan keluarganya, lahiriah dan batiniah (hasilnya untuk Rakyat);

(3) Dan pengamalannya ditingkat eksekutif dan judikatif adalah dalam wujud kebijakan-kebijakan publik, yang didukung dengan strategi dan program operasionalnya, yang dibuat dan dilaksanakan oleh presiden dan kabinetnya (berdasar kekuasaan yang berasal dari Rakyat), yang di dalamnya telah tertanam subur UUD 45 tentang visi, misi negara dan misi pemerintahan, beserta bingkai-pelaksanaannya alias derivatnya berupa UU dan Peraturan-Peraturan, dan yang tujuannya adalah terwujudnya suatu kondisi yang kondusif bagi rakyat tanpa kecuali untuk melakukan aktivitasnya masing-masing, lahir dan batin (aktivitas oleh Rakyat), dalam rangka mencapai kedamaian (rasa merdeka, rasa berdaulat, rasa bersatu, rasa adil) dan kesejahteraan (rasa makmur) bagi dirinya dan keluarganya, lahiriah dan batiniah (hasilnya untuk Rakyat);

(4) Demikianlah, PKB sungguh-sungguh memberikan kepastian kepada rakyat, bahwa perubahan-perubahan strategis yang terjadi, adalah untuk memberikan rasa merdeka sekaligus rasa dilindungi, rasa berdaulat, rasa bersatu, rasa adil dan rasa makmur-sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu, tanpa kecuali; intinya: dari rakyat, dan oleh rakyat, dan untuk rakyat Indonesia!

DARI RAKYAT:

(5) Dari Rakyat, maka PKB bersedia menerima kekuasaan dari Rakyat, dan kekuasaan itu dipakai oleh PKB dengan tujuan tunggal untuk mewujudkan suatu kondisi yang kondusif bagi rakyat (untuk Rakyat) supaya rakyat bisa bebas beraktivitas (oleh Rakyat) dalam kehidupannya sehari-hari, dalam rangka mencapai cita-cita hidup-nya (untuk Rakyat), yakni kedamaian dan kesejahteraan lahir batin bagi dirinya dan keluarganya;

OLEH RAKYAT:

(6) Ketika kondisi yang kondusif dapat diwujudkan oleh PKB, karena mendapat kekuasaan dari rakyat, maka rakyat bisa bebas beraktivitas dalam kehidupannya sehari-hari (daily life); jadi rakyat sendiri yang bekerja untuk mencapai cita-citanya, sedangkan tugas pemerintah adalah mewujudkan kondisi yang kondusif dalam bentuk: UU dan Peraturan, serta kebijakan publik, baik pusat maupun daerah, supaya rakyat bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan perasaan merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur, lahir dan batin.

UNTUK RAKYAT:

(7) Ketika dalam kondisi yang kondusif itu rakyat bisa bebas beraktivitas dalam kehidupannya sehari-hari (daily life); berarti rakyat mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk bekerja dan berhasil mencapai tujuan hidupnya dan cita-citanya, baik bagi dirinya maupun keluarganya.

POSISI STRATEGIS PARTAI POLITIK : PKB

(8) Jadi sangatlah jelas dan tegas posisi PKB, yakni bahwa tugas dan target tunggal dari partai politik adalah mewujudkan kondisi yang kondusif bagi seluruh rakyat sedemikian rupa, yakni dalam bentuk: membuat UU dan Peraturan, dan kebijakan publik, baik pusat maupun daerah, supaya rakyat bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan penuh perasaan merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur, lahir dan batin.

TIDAK SEMUA PARTAI POLITIK SADAR AKAN POSISI STRATEGIS ITU

(9) Enam puluh tiga tahun terakhir menunjukkan dengan jelas, manakah parpol yang sadar dan mana yang sama sekali tidak perduli dengan posisi strategis itu, bahkan dengan berkedok pada posisi yang mulia itu mereka mempermainkan kekuasaan rakyat itu justru hanya untuk kepentingan sempit diri sendiri, baik pribadi maupun organisasinya, dengan hasil tunggal: disatu pihak timbul perselisihan dan perpecahan internal maupun eksternal, dan dilain pihak rakyat yang adalah pemilik asli dan pemberi kekuasaan itu justru ditinggalkan sendiri dalam keadaan khaos: ketidakpastian dan penderitaan, lahir dan batin!

(10) Demikianlah, maka relatif keadaan umum rakyat Indonesia strata menengah dan akar rumput (grass root) sekarang ini adalah cuek alias tidak perduli, kecewa, bingung, terserah, tidak punya harapan jangka menengah dan jangka panjang melainkan hanya harapan jangka sangat pendek (daily hope).

TARGET PKB

(11) Terwujudnya kondisi: dari Rakyat, dan oleh Rakyat, dan untuk Rakyat!

(12) Silahkan rakyat meneliti dan menilai apakah PKB sudah layak dan siap, baik organisasi maupun SDMnya (hasil seleksi para insan kompeten dan profesional yang berasal dari bangsa Indonesia, tanpa pandang muka), untuk menerima kekuasaan dari rakyat, dan harus dipakai hanya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

(13) Silahkan rakyat meneliti dan menilai apakah konsolidasi internal, yang penuh dengan derita dan air mata itu, karena hendak menanggalkan sikap lama dan menghidupkan sikap yang baru (kesederhanaan dan keterbukaan, pembaharuan dan kemandirian, efektif dan efisien), justru berhasil menjadikan PKB visioner, kuat dan berani, kompeten dan siap sedia sebagai pelaku-politik profesional untuk menerima dan memakai kekuasaan dari rakyat itu hanya bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia, yang di dalamnya sudah termasuk (integrated/terurai-serasi dan menyatu-harmonis dengan) kepentingan para anggota dan simpatisan serta pendukung PKB juga.

(14) Silahkanlah rakyat meneliti dan menilai apakah PKB memiliki solusi-solusi strategis dan tetap (menjangkau jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang), efektif dan efisien bagi kesejahteraan rakyat, ataukah hanya fokus pada solusi-solusi perifer alias insidentil (seperti pembagian sembako dan uang tunai) yang berusaha menanggulangi setiap akibat dari inti-pokok masalah rakyat, dan sama sekali tidak menyentuh penyebab-penyebab strategis dari masalah inti-pokok yang justru menjadi amanah rakyat.

(15) Maka dikiaskanlah bahwa PKB itu bagaikan sinar matahari yang memberi cahayanya baik kepada kawan maupun lawan; bagaikan hujan yang memberi airnya baik kepada kawan maupun lawan; bagaikan bunga mawar yang memberi keharuman dan keindahannya untuk dinikmati oleh kawan maupun lawan;

(16) Mengapa demikian?, sebab bagi PKB seluruh komitmen dan janji-janji politik yang telah terurai dengan jelas dan tegas itu adalah ikatan kuat dan tetap untuk mewujudkan kondisi yang kondusif bagi segala bidang aktivitas kehidupan seluruh bangsa Indonesia, tanpa memandang muka alias tanpa kecuali; sebab posisi itu adalah sesuai dengan kehendak preambule UUD 45, yang berisi visi dan misi negara serta misi pemerintah negara Republik Indonesia.

PERANAN PKB DALAM PARLEMEN

(17) Demikianlah, PKB akan bersedia untuk menerima dan memakai kekuasaan dari rakyat itu, untuk mewujudkan suatu parlemen (DPR-RI dan DPRD) yang mampu dan kompeten serta menghasilkan produk-produk derivasi UUD 45, yakni UU dan Peraturan-Peraturan, baik di pusat maupun di daerah, yang bersifat strategis dan tetap (menjangkau jangka panjang, namun telah menggenapi jangka pendek, dan jangka menengah).

PERANAN PKB DALAM PEMERINTAHAN

(18) Demikianlah, PKB akan bersedia untuk menerima dan memakai kekuasaan dari rakyat itu, untuk membentuk kabinet presidensil yang solid, kuat dan bersatu, yang anggota-anggotanya dipilih dan ditujuk langsung oleh presiden, dan karena itu bertanggungjawab hanya kepada presiden, yang fokus kepada kebijakan-kebijakan publik yang mampu membawa kesejahteraan rakyat sesuai dengan milestone-nya dan pada waktunya, serta siap menghadapi dan menyambut setiap partisipasi oposisi dalam rangka penyempurnaan tugas dan kewajiban pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia.

KEBUTUHAN PKB:

BEKERJA SEBAGAI ALAT ANDALAN RAKYAT INDONESIA

(19) Untuk kepentingan rakyat seperti itulah (dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat), maka PKB membutuhkan dukungan penuh dari publik, supaya rakyat semuanya tegas-tegas menggunakan hak pilihnya, tentukan pilihanmu dan silahkan memilih PKB sebagai andalan anda dan sebagai tangan anda, sebagai alat anda untuk mengatur diri anda sendiri supaya tercapai cita-cita anda, dan pada gilirannya rakyat seluruhnya merasakan kedamaian dan kesejahteraan lahir batin;

(20) PKB yakin, apabila anda sejahtera, dan memang anda yang layak untuk lebih dahulu sejahtera, maka didalamnya sudah termasuk kesejahteraan para anggota dan simpatisan dan pendukung PKB juga, yang notabene adalah anda sendiri;

(21) Mengapa: karena PKB yakin bahwa anda semua adalah subyek (pemilik asli kekuasaan sekaligus penggerak asli pemerintahan) dan PKB hanyalah obyek anda dan alat anda;

(22) Gunakanlah alatmu dengan tepat dan benar, maka tujuanmu akan tercapai dengan baik! Alat itu tidak bisa bergerak kalau tidak digerakkan oleh sang subyek, sebab yang memiliki kekuatan dan keinginan untuk menggerakkan si alat adalah sang subyek;

PKB: MANA BUKTI AWAL

(23) Anda ingin bukti awal? Mari dan lihat sendiri, bagaimana PKB berbenah diri dan berupaya keras untuk mengerti dengan tepat dan benar tentang segala kebutuhan anda sedemikan rupa supaya PKB menjadi layak bagi anda, layak sebagai andalan dan sebagai alat anda, untuk mencapai cita-cita anda sendiri: kedamaian dan kesejahteraan anda, lahir dan batin; dan karena andalah maka PKB boleh menjadi teladan bagi kawan dan lawan dari PKB sendiri;

PKB TAHU KEBUTUHAN ANDA:

JANGKA PENDEK, JANGKA MENENGAH DAN JANGKA PANJANG

(24) Anda butuh sebuah Partai Politik (PKB) yang bisa menjadi layak bagi anda, layak sebagai andalan dan sebagai alat anda, untuk melayani kebutuhan anda mencapai cita-cita anda sendiri: kedamaian dan kesejahteraan anda, lahir dan batin; dan anda butuh Partai Politik itu (PKB) yang boleh menjadi teladan bagi kawan dan lawan dari Partai Politik itu (PKB) sendiri;

(25) Sebagai individu insan manusia Indonesia, anda butuh rasa merdeka, rasa berdaulat, rasa bersatu, rasa adil dan rasa makmur, di dalam kehidupan anda sehari-hari, di bidang apapun sekarang anda berada; semuanya itu anda butuh secara simultan;

(26) Sebagai individu insan manusia Indonesia, anda butuh pelayanan sepenuhnya akan kehidupan rohaniah anda, akan adanya pengakuan dan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, akan adanya rasa sebagai satu bangsa yang saling menghormati dan mengasihi secara wajar, akan adanya pengakuan bahwa anda memiliki hak untuk diperhitungkan dalam suatu keputusan ataupun kebijakan publik yang menyangkut diri anda sendiri, dan akan adanya perlakukan yang adil bagi diri anda di masyarakat lingkungan anda. semuanya itu anda butuh secara simultan;

(27) Sebagai individu insan manusia Indonesia, anda butuh suatu pelayanan pemerintahan, yang melindungi anda pribadi dan hak milik anda, yang mendorong kesejahteraan anda, yang memberi kesempatan kepada anda untuk mencari dan menerima ilmu pengetahuan dan teknologi, dan yang melayani dan melindungi anda ketika berada di luar negeri; semuanya itu anda butuh secara simultan; 18/12/08;

(28) Anda dapat membaca, mengerti dan segera menyadari betapa lebarnya dan tingginya dan dalamnya tingkat kebutuhan dasar anda sebagai seorang manusia yang utuh sempurna itu, di mana seluruh kebutuhan dasar itu adalah merupakan satu kesatuan utuh, tidak dapat ditawar-tawar lagi, tidak dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan sebagai rakyat Indonesia, maka anda berhak menuntutnya dari para pemimpin bangsa dan negara ini; namun dibalik itu juga ada kewajiban anda yang wajib dipenuhi;

(29) Salah satu yang pokok utama dari kewajiban anda adalah penuhilah kewajiban anda untuk memilih para pemimpin bangsa dan negara ini, dengan tugas mensejahterakan kehidupan anda, lahir batin, dan kemudian sesudah itu adalah hak anda untuk menuntut mereka memenuhi kewajibannya untuk melayani kebutuhan anda itu;

(30) Caranya adalah buatlah check list dari kebutuhan dasar anda yang sudah digambarkan itu, lalu periksalah dengan cermat dan teliti, partai politik manakah yang benar-benar telah mengerti dengan tepat dan benar, akan segala kebutuhan dasar anda itu; carilah partai politik yang tidak menawarkan pelayanan setengah-setengah, pelayanan berat sebelah, melainkan pelayanan yang seutuhnya, total dan sempurna.

APAKAH PKB DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN ANDA ITU

(31) Kebutuhan anda itu, hanya dapat dilayani oleh negara melalui pengamalan UUD 45, dan derivatenya yakni undang-undang dan peraturan-peraturan yang bersifat jangka panjang dan tetap, yang dibuat dan dikeluarkan oleh parlemen (lembaga legislatif), baik DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota;

(32) Pada tingkat implementasinya alias operasionalnya, maka adalah menjadi kewajiban dari lembaga kabinet (presiden dan menteri-menterinya) untuk mengamalkannya dalam wujud kebijakan-kebijakan publik (public policy: dimana lima sila itu sudah integrated tertanam di situ), dan infra-struktur pendukungnya, yang dapat langsung terasa manfaat kegunaannya ketika melayani segala bidang aktivitas kehidupan rakyat sehari-harinya;

(33) Sesungguhnya PKB mengerti dengan utuh, tepat dan benar, akan segala kebutuhan anda yang satu paket lengkap itu, itulah sebabnya PKB dapat menguraikannya juga dengan utuh, tepat dan benar;

(34) Sejarah bangsa dan negara Indonesia sepanjang 63 tahun terakhir, adalah dipenuhi dengan berbagai sikap tawar-menawar, dan pemretelan dari pada kebutuhan dasar anda yang satu paket lengkap itu; dan kita mengalami sendiri betapa mahal harga yang harus dibayar untuk hal itu, sampai-sampai mengeluarkan darah dan air mata; dan yang sangat menyakitkan adalah bahwa korban-korban itu, baik yang mati maupun yang hidup, dianggap sebagai sesuatu yang wajar terjadi, seakan-akan mereka adalah benda mati yang tidak memiliki perasaan apa-apa dan mereka dianggap tidak dimiliki oleh keluarganya masing-masing, dan bahkan mereka seolah-olah tidak memiliki hak untuk menikmati pelayanan kebutuhan dasar seorang insan manusia, karena mereka hanyalah alat dan obyek dari pada suatu keinginan para pemimpin yang tidak memiliki rasa tanggung jawab yang benar.

(35) Padahal para founding fathers kita, yang ketika itu berada dalam keadaan rohaniah tingkat ma’rifat, telah meletakkan dasar kebutuhan setiap insan bangsa Indonesia, dengan tepat dan benar, hanya saja bagi para pemimpin berikutnya yang belum berjalan ditingkat ma’rifat, tidak memiliki kemungkinan untuk dapat mengerti paradigma asli dari pada substansi-substansi pokok dari UUD 45 dan Pancasila itu.

(36) PKB sangat menyadari akan segala yang sudah terjadi dan menetapkan hal itu sebagai pelajaran sekaligus ujian, yang pada akhirnya dengan yakin dan teguh akan pimpinan dan bimbingan Tuhan YME, menetapkan sikap bahwa NKRI, UUD 45 dan Pancasila, bagi PKB adalah bersifat final.

(37) Final, artinya PKB siap sedia dan tahu bagaimana cara untuk mengimplementasikan dan mengamalkannya dalam setiap strata pengambilan keputusan dari pada lembaga-lembaga negara, baik itu legislatif, eksekutif maupun judikatif.

(38) Anda ingin bukti awal, apakah PKB mengerti, siap dan tahu cara pengamalannya?

BUKTI AWAL BAHWA PKB MENGERTI KEBUTUHAN ANDA

(39) Usaha untuk menanggalkan yang lama dan menghidupkan yang baru, secara internal PKB, telah terjadi dengan amat sangat menyakitkan, lahir dan batin, sebab harus menyangkal yang lama dan menumbuhkan yang baru; wujudnya adalah kasus pecat memecat antar pengurus, baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang;

(40) Para pembaharu hanya berjalan sesuai dengan air yang mengalir, dan ternyata bisa hidup dari satu mujizat ke mujizat yang berikutnya dan yang kemudian dari pada itu.

(41) Wujudnya antara lain adalah kemampuan yang muda untuk menyelenggarakan MLB tanpa dibawah bayang-bayang kharisma tua, bahkan terjadi dual-MLB yang sama-sama legitimate secara internal peraturan organisasi; bagi yang muda, hal itu benar-benar suatu mujizat, bisa dilakukan secara sadar dan tertib dan terarah, tanpa tekanan apapun, kecuali semangat yang tinggi untuk hidup dan berkembang;

(42) Wujudnya adalah dua jurisprudensi yang justru secara mujizat tidak dibenarkan oleh Mahkamah Agung, sekaligus membenarkan gerakan anak-anak muda itu secara hukum;

(43) Wujudnya adalah terciptanya suatu keadaan yang kondusif, sehingga para pemimpin muda PKB bisa memasuki tahap-tahap pemilu 2009 tanpa halangan yang berarti; dan itu sungguh mujizat yang besar sekali.

(44) Wujudnya adalah bahwa justru sepak terjang para pemimpin muda itu selalu di konfirmasi terlebih dahulu dengan sesuatu yang tetap yaitu Kitab Suci (Al Quran), melalui aktivitas istikhara yang tepat dan benar. Aktivitas mereka itu, terutama ketua umum sebagai pemimpin tertinggi dan teladan, adalah selalu merendahkan diri, menunduk pasrah seperti padi yang ranum, menyerahkan segala-galanya kepada pimpinan dan bimbingan utusan Tuhan YME; keadaan itu adalah mujizat karena belum pernah terjadi pada seorang pelaku politik, bahkan mujizat-mujizat berikutnya menjadi nyata, seperti antara lain datangnya para relawan-gratisan PKB, baik cendekiawan dan profesional dalam negeri maupun luar negeri, atas inisiatif sendiri;

(45) Langkah-langkah PKB menjadi sangat sistematis dan terarah, terbuka dan baru, muda dan berani dan telah teruji, efektif dan efisien, tanpa kehilangan identitas dan integritas PKB itu sendiri, seperti yang sebagian sudah digambarkan diatas itu.

(46) Jalan raya bagi kemenangan PKB dalam pemilu 2009, yang disebut Road to Win 2009, sementara dibangun dengan kecepatan tinggi (fast track system); panji-panjinya yang disebut sang ‘halilintar’ sudah tertancap diatas bukit yang bisa dilihat semua orang, tiga belas rambu-rambu jalannya sudah dipasang pada tempat-tempatnya yang strategis, sehingga tidak mungkin salah jalan;

(47) Dalam minggu-minggu ke depan ini, PKB akan buktikan kompetensinya, ketika menjalani seluruh proses sampai terbentuknya suatu kebijakan publik (public policy), yang memenuhi syarat-syarat UUD 45 dan derivatifnya, namun yang juga sangat pragmatis dan bisa langsung diterapkan di lapangan (on the road).

(a) Kasusnya sangat nyata, dan pasti akan membangunkan sebagian orang dari kelelapan dan kenikmatan tidurnya selama ini; bukan dengan tujuan untuk memberi pinalti, namun sebaliknya untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis, supaya bukan saja sebagian tetapi seluruh pesertanya dapat tidur dengan lelap dan bangun dengan tubuh yang sama-sama sehat dan segar, karena menikmati suatu public policy yang tepat dan benar;

(48) Silahkanlah, terserah anda, sebab pribadi anda membutuhkan waktu untuk memproses langkah-langkah pengambilan keputusan (the process of decision making) yang tepat dan benar, sebelum menjatuhkan pilihan anda untuk mendukung PKB;

(a) Materi dan substansinya sudah kami berikan, silahkanlah diteliti kebenaran dan keabsahannya, bahkan ujilah kami langsung melalui blog/situs dialog kami, karena kami yakin pertanyaan, koreksi, dan usul solusi anda justru akan membuat PKB menjadi murni untuk rakyat tanpa pamrih. 18/12/08

RAHASIA PKB

Apakah sesungguhnya rahasia besar dibalik segala pokok-pikiran dan sikap PKB yang komprehensif dan solid itu?

(49) Pertama, PKB yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi adalah ciptaan dan milik Allah SWT (lih Surat Al Baqarah :107, dan Surat Al Maaidah :120, dan Surat Al Hadid :2); oleh sebab itu segala sesuatu yang terjadi termasuk dibidang politik kenegaraan adalah juga rancangan dan kehendak Allah.

(50) Kedua, PKB yakin dan percaya bahwa jika Allah menolong bangsa kita, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kita (lih Surat Ali Imran :160); sebab ketika Allah berkenan menolong kita, maka Allah akan mengutus para malaikat-Nya, yang datang berturut-turut, untuk memimpin dan membimbing kita (lih Surat Al-Anfaal :9).

(51) Ketiga, PKB yakin dan percaya bahwa jika kita istikharah dengan cara yang tepat dan benar alias dengar-dengaran kepada para utusan Allah, yakni para malaikat dan manusia yang dikehendaki-Nya (lih Surat An Nahl :2, dan Surat Al-Hajj :75), maka strategi, kebijakan dan program PKB yang ditujukan pada sepenuhnya kesejahteraan rakyat, akan dapat dilaksanakan sesuai kehendak-Nya.

(52) Keempat, oleh karena itu telah menjadi keyakinan dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, bahwa rekomendasi pakar falsafah politik modern dari dunia Timur, Seyyed Hossein Nasr, adalah suatu kebenaran yang sedang diuji dan telah teruji di Indonesia, bahwa ‘politik harus didasarkan pada sesuatu yang tetap, yakni Kitab Suci’ (Al Quran dan Hadis) seperti yang ditulis dalam bukunya A Young Moslem’s Guide to the Modern World, 1993. Keyakinan itu telah dipublikasikan melalui harian IndoPos, tanggal 22 Maret 2008, pada rubrik Opini dengan judul ‘Mentalitas Elite Kunci Demokrasi’. (23/12/08pm)

(53) Kelima, bahwa syarat utama dan yang pertama untuk mencapai semua keyakinan itu, adalah kualifikasi rohaniah para pelakunya (a.l. elite politik), yakni orang-orang yang memiliki niat sekeras batu karang dan karena itu bertekad sekeras baja, untuk berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka (Surat At-Taubah :20), walaupun di situ ada derita dan air mata. (24/12/08am)

PENUTUP

(54) Itulah pula bukti-bukti strategis bahwa PKB benar-benar mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar NU di lapangan politik kebangsaan (untuk kebangkitan bangsa) dan kenegaraan; alias menjadi sayap politik dari NU bagi tercurahnya rahmat Allah dalam wujud kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan negara Indonesia.

(55) Maka sudah tepatlah NU dan karena itu PKB, merepresentasikan dirinya dalam logo dan lambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang, yakni rahmat Allah yang dibawa oleh para utusan-Nya (sembilan bintang alias banyak bintang), bagi dunia, baik dunia Indonesia maupun dunia antar-bangsa.

(56) Dan sudah tepat pulalah PKB menciptakan logo dan lambang halilintar di dalam bola dunia, sebagai panji-panji perjuangan di arena pemilu 2009, untuk menjawab segala tantangan bagi suatu kebangkitan bangsa dan negara yang ada di depan mata masa kini dan sekarang (2009 dst).

(57) Akhirnya memang kebenaran itu hanya dapat dipercaya ketika sudah terbukti dalam suatu kenyataan yang tak dapat dipungkiri (undisputed realities);

(a) hanya sadarilah ketika sudah menjadi realitas, jangan sampai kita tetap tidak termasuk dalam ‘gerbong’nya PKB, sehingga hanya mendapat peranan sebagai oposisi saja;

(b) oleh sebab itu tugas PKB saat ini adalah bekerja, bekerja dan bekerja dengan segala kerendahan hati sekaligus berjihad merealisasikan segala janji-janji itu sekarang;

(c) dan sesungguhnyalah kini sudah mulai terasa pahitnya derita (starvation: kelaparan, humiliation: pelecehan, bahkan slavery: perbudakan) dan karena itu menetesnya butir-butir air mata, namun hal itu ternyata pada waktunya selalu berubah menjadi butir-butir mutiara indah dalam wujud mujizat-mujizat (a.l. keputusan MA dan KPU, datangnya para relawan dalam negeri & luar negeri) yang memberi tanda-tanda kebenaran arah dan tindakan PKB (actions of courage dan resourcefulness) menuju kepada kemenangan yang dijanjikan oleh Allah bagi barangsiapapun yang menyembah-Nya dalam kebenaran yang sesungguhnya. Wallahu’alam bishshawab.

REFERENSI

Al Baqarah :107. (lih juga Al Maaidah :120; Al Hadid :2)

[107] Tidak-kah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

Al Maaidah :120.

[120] Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Al Hadid :2.

[2] Kepunyaan-NYA-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

An Nahl :2. (lih juga Al-Hajj :75)

[2] Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.

Al-Hajj :75.

[75] Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Ali Imran :160. (lih Al-Anfaal :9)

[160] Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Al-Anfaal :9.

[9] (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.

At-Taubah :20.

[20]  orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.





Muhaimin Iskandar: Pemikiran Gus Dur Jadi Warisan PKB (Kunjungan Ke Suara Pembaruan)

20 12 2008

Kunjungan Muhaimin ke Suara Pembaruan

Kunjungan Muhaimin ke Suara Pembaruan

Sumber: Suara Pembaruan Online Report by Didit Majalolo

Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berbicara saat dialog dengan jajaran redaksi “Suara Pembaruan” di Jakarta, Jumat (19/12).

[JAKARTA] Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan bisa meraih 20 persen suara pada pemilihan umum (pemilu) legislatif 2009. Untuk mencapai target tersebut, PKB terus memperbaiki diri dan sistem internal yang dinilai menjadi kelemahan selama ini. Terutama meningkatkan hubungan PKB dengan Nahdatul Ulama (NU) yang merupakan basis perjuangan politiknya.

Selain itu, pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pendiri PKB , juga akan tetap menjadi warisan partai. Gus Dur tetap menjadi guru yang bisa memberi pengertian dan pemahaman pada para kader partai untuk diimplementasikan sampai ke tingkat bawah.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Redaksi SP di Jakarta, Jumat pagi (19/12).

Turut mendampingi Muhaimin sejumlah calon anggota legislatif (caleg) PKB 2009 dari berbagai wilayah di Jawa dan DKI Jakarta. Ia diterima Pemimpin Umum HU SP Wim Tangkilisan didampingi Wakil Pemimpin Umum Randolph Latumahina, Pemimpin Redaksi Primus Dorimulu dan jajaran redaksi.

Diungkapkan dari target 20 persen suara di pemilu legislatif 2009, PKB memperoyeksikan bisa menggait 10 persen suara dari pemilih Nahdatul Ulama (NU), 5 persen dari kelompok pemilih mengambang (swing voter) dan 5 persen suara pemilih pemula.

Menurut Muhaimin, NU sebagai gerakan sosial keagamaan dan PKB sebagai wadah aspirasi politik NU, tak akan pernah bisa dipisahkan. Kedua institusi ini harus selalu memiliki jalinan kerjasama yang bersinergis dan kompak. “Gus Dur sebagai pendiri PKB, akan tetap menjadi perekat PKB, pemikiran-pemikirannya selalu akan abadi, menjadi acuan dalam mengembangkan partai ini,” ujarnya.

Ditegaskan, semua gagasan dan pemikiran Gus Dur sebagai tokoh besar PKB, selalu akan dimplementasikan sampai ke tingkat bawah, termasuk konsep pemikirannya tentang bagaimana menjaga pluralisme, UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.