Poros BUMI (Buwono-Muhaimin)

9 03 2009

 

Illustration by TRUI

Illustration by TRUI

 

Poros BUMI

Penyelenggara Pemerintahan Negara terdiri dari Parlemen (DPR) dan Kabinet; bedanya, parlemen adalah pembuat undang-undang dan kabinet adalah pelaksana undang-undang, walaupun bisa juga ambil inisiatif usulkan suatu undang-undang; oleh sebab itu kedua unsur pemerintahan negara itu harus bisa mewujudkan hubungan kerjasama yang harmonis bagaikan dua muka pada satu mata uang, yang tidak memiliki nilai jika salah satu unsurnya hilang.

Demikianlah maka PKB dengan cerdik dan tulus mencetuskan suatu proses transformasi politik (sebagaimana ulat jadi kepompong lalu keluar sebagai kupu-kupu nan indah) guna terbentuknya suatu poros yang moga-moga dapat menjamin lang-gengnya hubungan harmonis antara kutub parlemen di satu pihak dan kutub kabinet di pihak lainnya, demi tujuan-tunggal kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Momentum pendekatan adalah ketika di bulan lalu Muhaimin Iskandar melakukan kunjungan silaturahmi kepada Sri Sultan HB-X; sepertinya suatu pertemuan biasa-biasa saja, namun sesungguhnya ada tiga faktor yang terpenuhi di situ, yakni:

 (1)   bahwa Muhaimin Iskandar sebagai representasi sebagian rakyat Indonesia yang memanggil sekaligus memberi media bagi Sri Sultan HB-X untuk melayani rakyat, dan aksi itu sesuai dengan sikap Sri Sultan HB-X yang tidak mengejar kekuasaan melainkan menerima perintah rakyat bagi kemakmuran rakyat itu sendiri;

(2)   Sinergi yang nanti akan terwujud, adalah terjaminnya hubungan harmonis antara parlemen dengan kabinet, dan sungguh sinergi itu haruslah berawal mula sejak PKB memposisikan diri pada pemilu legislatif di bulan April 2009 yang akan datang;

(3)   PKB yang muda, berani dan teruji, yang hanya hidup dari mujizat yang satu masuk ke mujizat berikutnya karena berjihad di jalan Allah, nyatanya memiliki inti perjalanan sejarah yang sama dengan Sultan HB-X seperti demikian itu.

 Maka pada tanggal 4 Maret 2009, Kaukus Muda PKB mendeklarasikan poros BUMI (BUwono-Muhaimin Iskandar/MI), yang awal mulanya baru aksi sepihak. Oleh sebab itu akan segera dilanjutkan dengan gerakan-gerakan penyempurnaannya. (Red/TRUI)

 Pertanyaan: Menurut anda, apakah kemenangan PKB dalam pemilu legislatif di bulan April 2009 dan kemenangan HB-X sebagai Capres PKB di Pilpres 2009 akan berdampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia?

 Kami tunggu jawaban dan komentar anda di timrelawan_untukindonesia@yahoo.com

 

Poros BUMI Polling


 


Actions

Information

3 responses

11 03 2009
Poros BUMI (2) by TRUI « Relawan Untuk Indonesia

[…] « Poros BUMI (Buwono-Muhaimin) […]

12 03 2009
Bakule Telo™

melihat Sri Sultan HB – X mencalonkan diri sebagai Presiden RI saya sangat merasa senang sekali, apalagi dimata saya Sri Sultan HB X adalah sosok yang sangat berwibawa dan sosok yang sangat cocok sekali untuk memimpin negara ini.
Sebenarnya saya bukanlah seorang pengamat politik maupun seorang yang pintar di bidang tersebut, karena saya akui sejak saya kecil saya tidak cocok dan tisdak suka dengan yang namanya politik (mungkin bawaan dari kecil). namun melihat manufer politik Sri Sultan HB X yang mana saat ini dirangkul oleh Muhaimin (cak Imin) menurut saya adalah manufer politik yang kurang bagus (kutrang tepat) dimana dilihat dari status Partai yang diusung oleh Muhaimin dalam status konflik. Dan lagi sepertinya Sri Sultan HB X kurang cocok untuk dipasangkan dengannya. Karena sepertinya masih banyak calon yang sangat bagus untuk mendampingi Sri Sultan HB X.
Sebelumnya saya mohon maaf dalam komentar saya ini seandainya ada salah kata atau salah ucapan yang menyinggung pihak tertentu. Karana mungkin patut untuk dimaklumi bawasanya saya ini hanayalah seorang “Wong Cilik” yang mana tidak tau menau tentang “Dunia Politik”. Bagi saya sebuah kebahagiaan dan kebanggan tersendiri dimana Sri Sultan dapat menjadi Presiden RI untuk periode mendatang. Salam dari Suara seorang penduduk Desa di daerah Bantul, Yogyakarta. Maju Terus Sultanku!!

28 03 2009
okta

sebagai bangsa yang berlandaskan pada pancasila dan UUD 1945,sebaiknya kita tetap mengacu pada dasar negara tersebut,patai jangan jadi pemecah belah
pemenang sebaiknya tidak mementingan golongan akan tetapi tetap mementingka bangsa…sebab bangsa ini bukan golongan pemenang saja..
akan tetapi bangsa ini milik seluruh rakyat..bukan milik para penguasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: